SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Media Digital Lebih Banyak Jadi Panggung Budaya Asing

Senin, 4 Juli 2022 | 15:33 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Ilustrasi pengguna internet.

Jakarta, Beritasatu.com - Dosen STIE Mandala dan PMII, Zainul Hasan mengatakan, tantangan budaya digital saat ini tengah dihadapkan pada berbagai kondisi karena dampak globalisasi.

Dampak tersebut antara lain, mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan, media digital yang lebih banyak menjadi panggung untuk budaya asing.

Advertisement

"Padahal seharusnya media digital dimanfaatkan secara maksimal untuk promosi budaya Indonesia yang bisa membawa dampak positif bagi pelestarian budaya," ujar Zainul saat Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah kota Madiun, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Di media sosial, bahkan masyarakat Indonesia dikenal sangat barbar. Ada sikap rasisme, saling mengejek hingga perundungan di dunia maya.

Lebih jauh, Zainal menjelaskan, hal itu terjadi karena minimnya pengetahuan akan hak-hak digital, kebablasan dalam kebebasan berekspresi, kurangnya toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan serta menghilangnya batas-batas privasi di media digital.

"Termasuk di dalamnya, pelanggaran etika dalam hak cipta dan kekayaan intelektual," jelasnya.

Zainal mengatakan, budaya bermedia digital merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhineka Tungga Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan dasar akan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tungga Ika akan membawa warga digital untuk mawas diri dan memiliki perilaku beretika di dunia digital.

"Pemahaman akan pengetahuan dasar akan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tungga Ika harus menjadi landasan kecakapan bermedia digital," tandasnya.

Zainal menambahkan, etika digital yang menerapkan budaya menghargai dan toleransi harus disadari setiap orang. Sehingga pemanfaatan Teknologi Informasi Komputer (TIK) bisa maksimal. "Di samping itu perlu adanya pengetahuan dasar mencintai produk dalam negeri dan pengetahuan akan hak-hak digital," pungkasnya.

Diketahui, saat ini pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merespons perkembangan TIK, bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI