SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Penggunaan Bahasa Cerminkan Karakter Pengguna Media Sosial

Senin, 4 Juli 2022 | 22:57 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Ilustrasi Pengguna Internet

Jakarta, Beritasatu.com - Melalui keberadaan media digital setiap netizen atau warganet berpartisipasi dalam berbagai hubungan dengan banyak orang, melintasi batas geografis dan budaya. Sehingga, segala aktivitas di ruang digital dan menggunakan media digital memerlukan etika.

Founder dan CEO Coffee Meets Stock Theo Derick mengatakan, setiap keputusan yang diambil seseorang dalam penggunaan media sosial (Medsos) bisa memberikan pengaruh baik atau buruk bagi audiensnya.

Advertisement

"Setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain," ujar Theo Derick saat webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kota Kediri, Jawa Timur, seperti dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (4/7/2022).

Theo menjelaskan, bentuk tanggung jawab tersebut antara lain, terkait penggunaan bahasa berkomunikasi atau kata-kata yang ditulis dan disebarkan di media sosial berupa status maupun unggahan.

"Perhatikan agar pesannya tersampaikan jelas memiliki tujuan apakah sekadar informasi, edukasi, atau persuasi. Terkait penggunaan bahasa dalam bermedia sosial agar berdampak, penyesuaian audiens ini bisa didapat dengan menetapkan dulu tujuan," jelasnya.

Theo mencontohkan hal yang dilakukan oleh komunitas saham Coffee Meets Stock di media sosial yakni mengedukasi seputar finansial.

"Bahasanya pun dapat terlihat dari audiens yakni para milenial atau anak muda yang ingin mendapatkan informasi seputar saham. Untuk generasi muda bahasanya harus relate dengan anak-anak muda," imbuhnya.

Kemudian, lanjut Theo, gunakan juga bahasa sopan dan positif karena bahasa juga mencerminkan karakter dari pengguna media sosial.

"Agar pesan mudah dipahami, sebaiknya gunakan kata-kata sederhana. Paling penting isi pesan yang disebarkan di media sosial jangan terkesan menghakimi dan menghina orang lain dengan menyinggung unsur SARA," pungkasnya.

Menurut We Are Social dan HootSuite per Februari 2022, di Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia.

Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yakni 2,1 juta atau naik 1%. Adapun berhubungan dengan lanskap digital, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI