Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Perjalanan Kasus Nikita Mirzani hingga Jadi Tersangka

Sabtu, 23 Juli 2022 | 17:57 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CLA
Nikita Mirzani.

Jakarta, Beritasatu.com - Artis Nikita Mirzani belakangan ini tengah jadi sorotan terkait kasus perseteruannya dengan pengusaha Dito Mahendra. Bahkan gara-gara kasus ini, Nikita Mirzani ditetapkan sebagai tersangka.

Awal kasus ini bermula dari unggahan Nikita Mirzani di akun media sosial miliknya, tentang sebuah kabar dugaan penganiayaan dan pemukulan kepada seorang petugas keamanan yang dilakukan Dito.

Unggahan itu langsung ditanggapi serius oleh kekasih Nindy Ayunda itu, lantaran Dito mengaku tidak kenal Nikita Mirzani, baik secara pribadi maupun urusan bisnis dengannya. Dito merasa tidak terima dengan unggahan yang dibuat oleh Nikita Mirzani karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya. Berangkat dari hal ini, Dito lantas melaporkan wanita yang akrab disapa Nyai itu ke pihak Kepolisian Polresta Serang Kota pada 16 Mei 2021.

"Hal yang menjadi dasar Pak Dito melaporkan NM (Nikita Mirzani) adalah unggahan NM yang menuduh bahwa Pak Dito banyak ngomong, penipu, dan PHP (Pemberi Harapan Palsu), yang ditulis NM melalui media sosialnya. Hal tersebut yang kemudian dijadikan barang bukti untuk diteruskan kepada Penyidik Satreskrimum Polresta Serang Kota," ungkap Yafet Rissy selaku kuasa hukum Dito Mahendra.

Seiring berkembangnya kasus ini, pihak kepolisian sempat melayangkan panggilan kepada Nikita Mirzani, dalam kapasitasnya sebagai saksi, untuk dimintai keterangan terkait laporan Dito Mahendra tersebut. Alih-alih memberikan kesaksian, Nikita malah cuek dan mengacuhkan 12 panggilan dari pihak penyidik. Inilah yang kemudian membuat penyidik mendatangi kediaman Nikita di kawasan Pesanggarahan, Jakarta Selatan, pada Rabu, (15/6/2022).

Kala itu, penyidik menyambangi rumah Nikita, yang menurut keterangan sudah sejak pukul 03.00 WIB. Akibat Nikita yang dianggap tidak kooperatif, penyidik berupaya membawa paksa Nikita ke Polresta Serang Kota untuk dimintai keterangannya.

Tak tinggal diam, Nikita menyebut langkah polisi yang menyambangi rumahnya sejak pukul 3 pagi tersebut tidak tepat dan menyalahi aturan. Nikita akhirnya menyatakan menolak dibawa pada saat itu juga. Kasus pengepungan rumah Nikita Mirzani oleh polisi ini pun viral di media sosial.

Tak ingin berseteru panjang, polisi yang mendatangi rumah Nikita pun akhirnya kembali pulang, meski tak berhasil memboyong Nikita ke polisi.

Nikita pada akhirnya mendatangi Polresta Serang Kota untuk menjalani pemeriksaan pada Rabu, (15/7/2022) malam, dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Tak berhenti sampai di situ, Nikita kembali menjadi perbincangan usai surat penetapan tersangka terhadap Nikita oleh Polresta Serang Kota tiba-tiba beredar di kalangan media dan masyarakat. Setelah dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Shinto Silitonga membantah status Nikita sebagai tersangka, dan memastikan Nikita masih sebagai saksi.

Hal tersebut akhirnya terjawab, ketika Pihak Kejaksaan Negeri Serang Kota mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan surat penetapan tersangka terhadap Nikita dari Polresta Serang Kota pada 13 Juni 2022, atau tepatnya, sebelum Polisi melakukan pengepungan ke rumah Nikita Mirzani.

"Polresta Serang Kota mengirimkan surat pemberitahuan penetapan Nikita Mirzani sebagai tersangka kepada Kepala Kejaksaan Negeri Serang pada 13 Juni 2022. Dalam surat tersebut dengan Nomor: B/56.a/VI/RES.2.5/2022/Reskrim itu, penyidik menetapkan Nikita Mirzani sebagai tersangka," ujar Kasi Intel Kejari Serang, Banten, Rezkinil Jusar, pada wartawan, Rabu, (22/6/2022).

"Nikita dijerat Pasal 27 sampai Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain, diancam dengan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) atau Pasal 36 juncto Pasal 51 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Pasal 311 KUHP mengenai penistaan (fitnah)," tambahnya.

Tak terima ditetapkan sebagai tersangka, Nikita Mirzani lantas melaporkan penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota ke Propam Mabes Polri. Hal tersebut langsung dilaporkan Nikita bersama kuasa hukumnya Fahmi Bachmid pada Rabu (22/6/2022).

"Hari ini, kami membuat laporan ke Divisi Propam Polri terhadap penyidik Polres Serang Kota dan laporannya sendiri telah teregister Nomor: SPSP2/3542/VI/2022/Bagyanduan," tutur Fahmi saat menemani Nikita bertemu pihak Propam Polri.

Tak hanya melaporkan penyidik, dalam kesempatan itu, Nikita juga meminta perlindungan dari Propam, lantaran kasusnya ini berkaitan dengan aparat kepolisian.

Sedangkan Nikita sendiri berharap dirinya bisa dipertemukan dengan Dito Mahendra, untuk berbicara tentang kasusnya itu. Namun hingga kini, belum pernah ada upaya pertemuan dari kedua belah pihak, lantaran Dito di sisi lain juga tengah dicari polisi terkait kasus penganiayaan yang dilakukan Nindy terhadap mantan supirnya.

Pada Kamis, (14/7/2022) lalu, polisi melakukan penggeledahan di rumah Nikita Mirzani yang berada di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, saat Nikita diketahui tidak sedang berada di kediamannya. Dalam penggeledahan itu, polisi membawa sebuah barang dari rumah Nikita Mirzani, yakni berupa sebuah iPad yang dimiliki Nikita Mirzani.

Puncaknya, Nikita akhirnya dijemput paksa atau ditangkap oleh Penyidik dari Polresta Serang Kota, saat dirinya berada di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Pusat, pada Kamis, (21/7/2022), sekitar pukul 16.00 WIB. Polisi beralasan, Nikita dijemput paksa lantaran dianggap tidak kooperatif, sehingga polisi akhirnya melakukan penjemputan paksa di pusat perbelanjaan tersebut.

Pada penangkapan tersebut, Nikita langsung dibawa ke Polresta Serang Kota bersama anak bungsunya, Arkana, dan sempat menginap satu malam di Mapolresta Serang Kota untuk kepentingan penyidikan.

Polisi akhirnya membebaskan Nikita Mirzani pada Jumat, (22/7/2022), dengan alasan kemanusiaan. Nikita dibebaskan setelah tim kuasa hukumnya mengajukan penangguhan penahanan terhadap Nikita dan berjanji akan mendorong Nikita untuk kooperatif dan menjalani wajib lapor.

"Dengan alasan kemanusiaan, tersangka NM mempunyai kewajiban untuk mendampingi anak-anaknya yang juga masih kecil. Maka penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota mengakomodir permohonan tersangka agar tidak ditahan," jelas Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga, dalam keterangannya pada media, Jumat, (22/7/2022) malam.

"Dan malam ini terhadap tersangka Ibu NM dapat dipersilakan untuk kembali ke rumah dan meninggalkan ruangan penyidikan. Namun demikian, konteksnya sesuai dengan SOP penyidikan terhadap status tersangka maka kami menyampaikan kepada Ibu NM untuk mengikuti wajib lapor secara lapor rutin kepada penyidik dan kami juga berharap yang bersangkutan untuk kooperatif," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI