Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Begini Cara Efektif Anak Bebas Mata Minus Tanpa Operasi

Minggu, 14 Agustus 2022 | 14:52 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS
Ilustrasi anak berkacamata.

Jakarta, Beritasatu.com - Data dari National Library of Medicine pada tahun 2021 menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 mengubah aktivitas anak-anak yang berpengaruh pada kesehatan mata termasuk terjadinya mata minus atau miopia alias rabun jauh. Kegiatan screen time selama "masa di rumah saja" meningkat dan menyebabkan anak-anak mudah mengalami gangguan mata minus.

Prevalensi miopia atau mata minus alias rabun jauh meningkat 1,5 hingga 3 kali lipat pada tahun 2020 dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, peningkatan ini banyak terjadi pada anak-anak usia sekolah, 6 hingga 8 tahun. Kondisi ini juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia yang mengalami peningkatan miopia atau mata minus secara signifikan.

Fenomena mata minus yang naik selama pandemi menjadi sorotan penting bagi para orang tua di Indonesia. Sekitar 80% informasi yang anak dapatkan saat belajar di sekolah diterima oleh mata. Para orang tua khawatir, jika penglihatan anak semakin memburuk dari tahun ke tahun bisa membuat prestasi anak di sekolah menjadi menurun.

Doktor Terapi Ortho K di VIO Optical Clinic Harapan Indah Bekasi, Andri Agus Syah mengungkapkan ada cara efektif untuk mengoreksi penglihatan mata minus anak yang naik selama pandemi tanpa harus operasi.

Metode ini dikenal dengan Terapi Orthokeratology atau yang disingkat dengan Ortho K yang fungsinya membentuk ulang kornea mata pasien yang tidak beraturan kembali bulat normal sehingga penglihatan pasien menjadi jernih kembali.

“Karena screen time anak meningkat selama pandemi, maka tidak dimungkiri bahwa prevalensi miopia pada anak juga meningkat. Nah, Ortho K ini bisa menjadi solusi untuk menekan pertumbuhan miopia pada anak. Karena ortho K mempunyai dua fungsi menghambat laju minus dan bisa menurunkannya. Selain itu terapi ini bersifat alami bukan melalui proses pembedahan," kata Andri Agus Syah, Minggu (14/8/2022).

American Academy of Ophthalmology melansir bahwa Ortho K adalah prosedur non-bedah yang disebut dengan Corneal Refractive Therapy (CRT). Caranya dengan menggunakan lensa kontak RGP (Rigid Gas Permeable) yang dipakai saat tidur minimal 8 jam di malam hari. Pada saat tidur, lensa kontak tersebut akan membentuk ulang kornea mata pasien secara alami sehingga pada saat bangun dan beraktivitas pasien bisa memiliki penglihatan yang jernih.

Meskipun terbilang baru di Indonesia, namun metode ini sudah berkembang dari sejak tahun 1940 oleh Dokter Optometri, George Jessen (1916-1987) dan telah mendapat persetujuan FDA (Food and Drug Administrations) sehingga penggunaan Terapi Ortho K ini dijamin keamanannya. VIO Optical Clinic sudah membuktikan hal ini, sudah ada ribuan pasien yang menggunakan Terapi Ortho K.

“Terapi Ortho K ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan terbukti mampu membantu para orang tua yang ingin anaknya bisa lepas kacamata tanpa harus operasi. Biayanya juga sangat terjangkau. Bahkan sudah banyak calon siswa Akmil, Akpol, pilot, dan lain-lain yang lulus tes kesehatan matanya dengan metode Terapi Ortho K ini,” tambah Spesialis Mata VIO Optical Clinic, dr Weni Puspitasari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI