Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Gagal Jadi Kartunis, Eko Jatmiko Sukses Menjadi Guru Hebat

Rabu, 17 Agustus 2022 | 19:57 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Eko Jatmiko, Kepala Sekolah SD Negeri 1 Bringkeng, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang memiliki segudang prestasi untuk memajukan pendidikan.

Jakarta, Beritasatu.com - Eko Jatmiko merupakan Kepala Sekolah sekaligus guru SD Negeri 1 Bringkeng, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang memiliki segudang prestasi guna memajukan pendidikan.

Eko yang mendapatkan gelar sarjana dari dua tempat yaitu S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar dari Universitas Terbuka (UT) dan S1 Teknik Komputer, Akademi Manajemen dan Ilmu Komputer (Amikom) Yogyakarta awalnya bercita-cita menjadi kartunis, namun hal tersebut tidak berhasil diwujudkannya.

Kendati begitu, Eko berhasil menjadi seorang guru kekinian yang mampu menawarkan metode unik berbasis teknologi. Hal ini dilakukannya saat sekolah terpaksa harus pembelajaran jarak jauh (PJJ) ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Eko menuturkan, ilmu komputer yang dimilikinya sangat membantu kegiatan pembelajaran di masa ini.

"Meski cita-cita saya sebagai pembuat kartun tidak terwujud, ilmu ini telah digunakan untuk mengelola PJJ selama pandemi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/8/2022).

Menurut Eko, apa yang dilakukannya merupakan metode yang tidak banyak dilakukan oleh para guru, utamanya di Jateng. Karena saat ini, masih jarang guru dengan latar belakang ilmu teknologi (IT) yang mengajar di SD. Karenanya, ia merasa beruntung diberi kesempatan untuk mengaplikasikannya di sekolah.

"Bagi saya, berani keluar zona nyaman merupakan hal yang harus dilakukan seorang guru untuk terus berkembang," kata Eko.

Eko mengungkapkan motivasi menjadi guru yang terus berkembang ini ia dapatkan berkat program Pintar yang dijalankan Tanoto Foundation.

Menurutnya, program tersebut telah menyadarkannya untuk terus belajar dan tidak berpuas diri.

“Tanoto mengajarkan kami untuk menghidupkan suasana kelas dengan metode mikir,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Tanoto Foundation yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melalui program Jateng Pintar mendukung penuh inisiatif Mubarok tentang pentingnya menciptakan pembelajaran aktif dan menyenangkan.

Melalui metode mikir, Eko menyadari bahwa selama ini dirinya kurang melibatkan peran anak-anak dalam proses pembelajaran. Namun sekarang, ia menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran dalam kegiatan presentasi dan eksperimen.

"Bagaimanapun, menjadi guru di masa kini dirasa lebih berat, hal ini terlihat karena berhadapan dengan kemajuan teknologi dan kebebasan berekspresi. Guru harus mampu mengawal anak-anak dalam memaksimalkan pergaulan dan kemampuan akademik," ucapnya.

"Anak seperti tidak terbiasa membaca buku tanpa diperintah guru,” sambungnya.

Menurut Eko, jika tidak dilakukan perubahan, kurikulum apapun tidak akan mampu menciptakan generasi anak seperti yang diharapkan oleh orang tua dan masyarakat.

Berawal dari tantangan tersebut, Eko terus berupaya menciptakan solusi pendidikan guna mengajarkan anak agar tidak merepotkan orang tua dan menjadi pribadi yang berhasil.

Dalam upayanya tersebut, Eko dan rekan- rekan guru mengadopsi praktik baik yang diajarkan Tanoto Foundation dari pengalaman sekolah lain di berbagai daerah. Praktik baik tersebut meliputi kantin kejujuran, pembiasaan salat, dan dongeng pagi.

Khusus untuk meningkatkan literasi, Eko memilih program koin literasi. Program ini berupa gotong royong anak dengan mengumpulkan uang seikhlasnya setiap minggu.

Tidak hanya itu, sekolah juga bekerja sama dengan penerbit untuk mendapatkan buku-buku dengan harga relatif lebih murah. Cara ini efektif sehingga dapat memaksimalkan jumlah buku yang dibeli meski dengan dana terbatas.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI