Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Farel Prayoga Tak Jadi Nyanyi Joko Tingkir Ngombe Dawet, Kenapa?

Kamis, 18 Agustus 2022 | 20:57 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CLA
Menhan Prabowo Subianto berjoget saat Farel Prayoga menyanyikan lagu Ojo Dibandingke dalam Upacara HUT ke-77 RI, di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 17 Agustus 2022

Jakarta, Beritasatu.com - Penyanyi cilik Farel Payoga yang berasal dari Banyuwangi kini tengah viral dan menjadi buah bibir masyarakat. Pasalnya, Farel berhasil membuat Presiden, Pejabat, Jenderal, dan juga warga yang hadir di Istana Merdeka saat perayaan HUT Ke-77 Republik Indonesia bergoyang dan berjoget bersama dirinya kala menyanyikan lagu berjudul "Ojo Dibandingke".

Saking asyik dengan suaranya, para peserta perayaan HUT ke-77 RI pun meminta Farel kembali bernyanyi. "Izin Pak, sekali lagi, nggih," ujar Farel kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga memintanya bernyanyi lagu "Joko Tingkir Ngombe Dawet".

Namun, lagu itu urung dinyanyikan, sehingga membuat Farel kembali menyanyikan tembang Ojo Dibandingke untuk kedua kalinya. Lalu, kenapa Farel akhirnya tidak bisa menyanyikan lagu yang di-request oleh Presiden?

Dikutip dari berbagai sumber, Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang belakangan tengah viral dan kerap dijadikan backsound dalam unggahan video di TikTok itu, ternyata memang menuai pro dan kontra. Di satu sisi, lagu ini memang asyik didendangkan, sehingga membuat siapa pun yang mendengarnya ingin ikut bergoyang. Akan tetapi di sisi lain, lagu ini dianggap tak pantas, karena membawa nama Joko Tingkir, yang dikenal sebagai ulama besar dan merupakan pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Pajang, yang berkuasa antara 1568--1582.

Tak sedikit tokoh agama yang menyoroti lagu ini, salah satunya tokoh agama NU, KH Ahmad Muwafiq atau akrab disapa Gus Muwafiq. Dirinya mengatakan bahwa KH Abudrrahman Wahid atau Gus Dur memiliki garis keturunan langsung dengan ulama bernama Joko Tingkir yang disebut-sebut dalam lagu itu. Gus Muwafiq mengetahui Gus Dur memiliki garis keturunan langsung dengan Joko Tingkir saat menemani Presiden ke-4 RI itu berziarah Petilasan Sultan Pajang, Kanjeng Hadiwijoyo di Lamongan.

Dalam kesempatan itu, Gus Muwafiq juga menceritakan bahwa Gus Dur bisa menjadi seorang presiden lantaran memiliki garis keturunan raja dari Joko Tingkir. Joko Tingkir juga merupakan sosok pejuang saat melawan penjajahan Belanda. Hal itu pun kemudian diteruskan oleh keturunannya, yakni Sultan Agung yang merupakan sosok pahlawan nasional.

"Beliau adalah pejuang, sama dengan Sultan Agung yang sudah dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Itu buyutnya Sultan Agung. Joko Tingkir ini adalah raja yang melahirkan raja-raja dan ulama di Jawa. Jadi bukan orang sembarangan. Maka itu kami tidak terima nama beliau (Joko Tingkir) menjadi guyonan di lagu itu. Kita sudah minta pencipta dan penyanyinya mengganti liriknya, dan tidak lagi menyanyikannya," tegas Gus Muwafiq.

Bahkan saat lagu itu dinyanyikan oleh seorang seniman Lamongan, Narto Widodo, dalam sebuah acara, seniman itu diminta menghentikan lagunya oleh masyarakat di Lamongan. Mereka mengaku tak terima sosok ulama besar Joko Tingkir dijadikan guyonan di lagu tersebut.

"Banyak pemuka agama di Lamongan yang keberatan dan protes nama Joko Tingkir dipakai saat saya menyanyikan lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' itu. Yang dipersoalkan para kiai itu adalah penggunaan kata 'Joko Tingkir' dalam syair atau lirik lagu tersebut, karena memang Joko Tingkir merupakan sosok ulama besar dan salah satu murid dari Raden Saleh atau Sunan Kalijaga," tegas Narto.

"Jadi untuk aransemennya ini yang tetap dipakai, tapi kata 'Joko Tingkir' inilah yang diubah liriknya, karena yang membuat tersinggung para kiai, ya, karena liriknya ini," tandasnya lagi.

Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang di-request oleh Presiden Joko Widodo kepada Farel Prayoga ini memang sudah dinyanyikan ulang oleh sejumlah musisi di Indonesia, seperti Yeni Inka, Denny Caknan, Nella Kharisma, Happy Asmara, dan sejumlah penyanyi lainnya, termasuk Farel Prayoga yang meng-cover lagu tersebut bersama Filla Talia. Namun hingga kini, belum diketahui siapa yang menciptakan lagu tersebut, karena selama ini hanya ditulis NN (no name) di bagian pencipta lagunya.

Berikut lirik lagu Joko Tingkir yang gagal dinyanyikan Farel Prayoga saat tampil di Istana Merdeka pada Perayaan HUT ke-77 RI.

Joko Tingkir ngombe dawet

(Joko Tingkir minum dawet)

Jo dipikir marai mumet

(Jangan dipikir bikin pusing)

Ngopek jamur nggone mbah wage

(Ambil jamur ditempat mbah wage)

Pantang mundur terus nyambut gawe

(Pantang menyerah semangat kerja)

Ning Banyuwangi tuku ketan

(Ke Banyuwangi beli ketan)

Iki cerito anak rantauan

(Ini cerita anak perantauan)

Lombok rawit pedes tenan

(Cabai rawit sangat pedas)

Golek duwet kanggo masa depan

(Mencari uang demi masa depan)

Rokok klobot ning ngisor wit mlinjo

(Rokok klobot di bawah pohon mlinjo)

Paling abot ninggal anak bojo

(Paling berat meninggalkan anak istri)

Tuku donat ning Kalimantan

(Beli donat di Kalimantan)

Tetep semangat kanggo masa depan

(Tetep semangat buat masa depan)

Godong knikir godong koro

(Daun knikir daun koro)

Ojo dipikir aku arep ngliyo

(Jangan berpikir aku mau mendua)

Mangan jamur mangan koro

(makan jamur makan koro)

Aku jujur kowe ra percoyo

(Aku jujur kamu tidak percaya)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI