Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Beri Edukasi, Siloam Hospitals Makassar Dorong Wanita Merdeka Kanker

Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:52 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
John Sammy Leids Alfawin Pieter.

Makassar, Beritasatu.com- Siloam Hospitals Makassar mendorong wanita merdeka kanker dengan memberikan edukasi dalam rangka HUT Ke-77 Republik Indonesia. Melalui Instagram Live dan Zoom Meeting pada Selasa (16/8/2022), John Pieter selaku Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Siloam Makassar, mengingatkan para wanita untuk lebih mawas diri mengenali tanda-tanda kanker yang dapat menimpa siapapun.

Dikatakan, kanker merupakan jenis tumor yang mengancam. Awal mula kehadiran kanker dalam diri dapat dikenali dengan adanya benjolan tidak normal dari suatu bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh tubuh itu sendiri. Istilah ini kerap kali disebut juga sebagai tumor.

"Tumor dibagi menjadi dua jenis, yaitu jinak dan ganas. Tumor dapat dikatakan jinak apabila tumbuh lambat, tidak berakar, bagian benjolan mudah digerakkan, tidak sakit, kenyal atau padat berkonsistensi dan permukaan rata dengan batas yang jelas,” kata John Pieter.

Sebaliknya, tumor dapat dikatakan ganas jika tumbuh cepat, berakar sehingga sulit digerakan, konsistensi padat dan keras, dapat menyebar, hingga berpotensi mengakibatkan kematian.

"Umumnya, bagian tubuh yang sering terkena kanker antara lain, leher rahim, payudara, paru, hati, darah, kulit, hidung, dan usus besar. Salah satunya yang perlu diwaspadai adalah kanker pada payudara,” papar John Pieter yang berpraktik setiap Senin, Selasa, dan Jumat pukul 13.00 - 14.00 WITA di Siloam Hospitals Makassar.

Kanker payudara (Carcinoma Mammae) menjadi 'momok' yang sering terjadi pada wanita. Penyakit ini jarang menimpa pria. Bila ada perubahan bentuk atau ada rasa sakit pada bagian sekitar, kondisi tersebut perlu diwaspadai.

Menurut John, deteksi dini penting dilakukan. Tak hanya berpatokan pada kanker payudara saja, melainkan jenis kanker lainnya yang berpotensi timbul dalam tubuh.

"Diagnosis kanker dapat berupa tindakan anamnesis, pemeriksaan fisis, mammografi, dan USG. Secara lebih lanjut, terapi pengobatan penyakit ini meliputi, tindakan operasi, penyinaran, kemoterapi, hormonal terapi, dan immuno terapi,” tambahnya.

Pada stadium dini (kuratif), tindakan pengobatan dapat dilakukan melalui BCT, MRM dengan adjuvant kemoterapi, radioterapi, hormonal terapi. Sedangkan pada stadium lanjut (paliatif), tindakan pengobatan yang utama adalah hormonal terapi dengan tambahan radioterapi atau kemoterapi, serta operasi.

"Pentingya deteksi dini karena prognosis untuk kemungkinan hidup berkisar 5 tahun. Stadium 1 berkisar 90-95%, stadium 2 berkisar 70-75%, dan stadium 3 & 4 berkisar 10-25%,” ucap John Pieter.

Menutup sesi bincang sehat kali ini, dr. John Pieter turut menggencarkan slogan WASPADA agar wanita dapat melakukan deteksi dini mengenai kemunculan kanker, bahkan secara jangka panjang dapat terbebas dari kanker.

Apa itu WASPADA?

W = Waktu buang air besar atau kecil, apakah ada perubahan?
A = Alat pencernaan, apakah terganggu atau ada kesulitan menelan?
S = Suara serak atau batuk yang tidak kian sembuh.
P = Payudara atau bagian lain, apakah ada benjolan?
A = Andeng-andeng yang berubah sifatnya.
D = Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh.
A = Adanya luka atau koreng yang tidak kunjung sembuh.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI