Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sakit Dada Menusuk Terjadi secara Tiba-Tiba, Ini Penyebabnya

Jumat, 19 Agustus 2022 | 18:00 WIB
Oleh : Claudia Ramadhani / CLA
Sakit dada yang tajam terjadi secara tiba-tiba dan bahkan berulang? Jangan sepelekan, karena ini bisa jadi pertanda kondisi serius.

Jakarta, Beritasatu.com - Tanpa gejala, tanpa ada tanda apa pun, dan tanpa peringatan apa pun, tiba-tiba Anda merasakan sakit dada yang tajam dan menusuk, apa yang terjadi?

Sakit dada bisa menjadi kondisi yang menakutkan, karena disebabkan oleh masalah yang serius. Namun, tak semua penyebab sakit dada berasal dari jantung Anda. sakit dada tidak selalu seburuk yang Anda kira.

Sebuah studi di tahun 2016 yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) menemukan bahwa kurang dari 6% kasus orang yang masuk unit gawat darurat karena sakit dada, memiliki masalah yang serius dan bahkan bisa mengancam jiwa.

Namun, ini bukan berarti Anda bisa mengabaikan rasa sakit dada yang Anda alami, karena sakit dada yang tajam dan terjadi secara tiba-tiba bisa saja menandakan sesuatu yang serius.

Melansir dari Cleveland Clinic, berikut beberapa penyebab sakit dada yang tajam secara tiba-tiba:

Emboli paru
Sakit dada yang tajam, bisa menandakan kondisi emboli paru. Ini merupakan kondisi penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru. Penyumbatan paling umum disebabkan oleh adanya gumpalan darah beku. Aliran darah menuju paru-paru bisa terhambat karena adanya gumpalan darah ini, itulah mengapa emboli paru tidak boleh disepelekan, karena bisa mengancam jiwa.

Selain sakit dada, emboli paru juga bisa menyebabkan berbagai gejala lain, seperti sesak napas, kulit pucat, jantung berdebar lebih cepat, dan batuk.

Gangguan pencernaan
Naiknya asam lambung, atau bentuk lebih parahnya yakni gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa menjadi penyebab sakit dada. Saat mengalami kondisi ini, asam lambung yang seharusnya tetap berada di lambung justru mengalir masuk ke kerongkongan, yang bisa menyebabkan sensasi terbakar di tenggorokan atau dada. Selain sensasi terbakar, GERD juga bisa menyebabkan sakit yang tajam pada dada.

Selain GERD, esofagitis atau peradangan pada lapisan esofagus atau kerongkongan juga merupakan gangguan pencernaan yang menjadi penyebab munculnya sakit dada yang tajam.

Penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner dapat menyebabkan sakit dada yang disebut angina. Sakit dada akibat penyakit jantung koroner digambarkan sebagai rasa yang berat, sesak, atau tertekan pada dada. Aktivitas yang berat bisa memperburuk rasa sakit, dan istirahat bisa membantu meredakan sakit dada yang mengganggu.

Serangan jantung
Sakit dada akibat serangan jantung memiliki ciri yang mirip seperti sakit dada akibat penyakit jantung koroner. Rasa yang berat, sesa, atau seolah ada tekanan yang tinggi pada dada biasanya dialami oleh seseorang yang mengalami serangan jantung.

Selain sakit dada, serangan jantung biasanya juga disertai dengan berbagai keluhan lain, seperti sesak napas, keringat dingin, mual, dan pusing atau sakit kepala.

Bagaimana jika Anda mengalami sakit dada tanpa adanya gejala lain?
Jika Anda masih dalam usia yang muda dan sehat, maka sakit dada biasanya tidak perlu dikhawatirkan, terutama jika sakit dada tidak disertai gejala lain, karena rasa sakit biasanya akan mereda selama beberapa menit.

Namun, jika sakit dada tak juga hilang dan bahkan terjadi secara berulang, maka akan lebih bijak jika Anda memeriksakannya ke dokter untuk mendapat diagnosis dan perawatan medis yang tepat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI