Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Polda, Kodam, dan Pemprov DKI Bentuk Tim Covid-19 Hunter

Jumat, 4 Desember 2020 | 20:13 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FMB
Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi membentuk Tim Pemburu Pelanggar Covid-19 untuk menegakan protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus mematikan itu, di Ibu Kota Jakarta.

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi membentuk Tim Pemburu Pelanggar Covid-19 untuk menegakan protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus mematikan itu, di Ibu Kota Jakarta. Siapapun pelanggar bakal ditindak tegas.

"Polda Metro, Kodam Jaya, serta Pemprov DKI bertekad kolaborasi bersama-sama untuk melakukan penegakan hukum kepada pelanggar protokol kesehatan. Ini adalah wujud nyata dari strategi preventive strike," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/12/2020).

Dikatakan Fadil, tim bakal bekerja mengantisipasi dan membubarkan kerumunan di ruang publik. "Jadi kalau ada kerumunan, kalau ada tindakan-tindak awal yang akan menjadi kerumunan, maka tim ini akan bekerja. Kami tidak akan menunggu masalah. Sebelum terjadi masalah, maka tim ini akan turun. Dengan soliditas dan sinergitas serta kolaborasi TNI, Polri, kemudian dengan Pemprov kita bisa mewujudkan Jakarta yang sehat. Siapapun yang melanggar akan kita tindak tegas," ungkapnya.

Fadil menyampaikan, tim juga bakal mencari orang yang terkonfirmasi positif, namun masih berkeliaran untuk dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19.

"Jadi ini berlaku umum di ruang publik. Siapa yang melanggar protokol kesehatan di ruang publik kita akan lakukan penegakan hukum. Kedua, tim ini, Covid-19 hunter juga akan mencari karena kita berbasis data. Jadi mereka akan mencari yang positif dari hasil tracing, testing mereka positif, namun mereka masih berkeliaran. Tim ini akan mencari mereka dan menjemput mereka karena sejatinya mereka ini orang yang berbahaya bisa menyebabkan kematian, namun tetap berkeliaran di tengah masyarakat. Tim ini akan mencari, menjemput dan membawa ke Wisma Atlet atau rumah sakit rujukan Covid," katanya.

Fadil menyebutkan, Tim Pemburu Covid-19 beranggotakan 30 personel dari Polda Metro, Polres, Kodim, Pemkot, dan dilengkapi dengan tim kesehatan. "Jadi ini tugas kemanusiaan yang digabungkan dengan tugas penegakan hukum supaya Jakarta sehat," ucapnya.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan, Tim Pemburu Covid-19 dibentuk sebagai upaya menekan tingkat penyebaran virus Covid-19, dan mendukung kinerja satgas-satgas yang sudah dibentuk sebelumnya.

"Beberapa upaya satgas, Operasi Yustisi juga sudah, kemudian satuan atau petugas yang melibatkan masyarakat saat ini masih berlangsung, tetapi masih ada terjadi peningkatan. Berarti kekurangan disiplin dari masyarakat. Oleh karenanya Polda Metro Jaya, Kodam maupun pemerintah daerah bersama-sama memerangi tiap pelanggaran disiplin yang dilakukan masyarakat. Kasihan ini negara kita telah kehilangan Rp 600 triliun lebih untuk mengurusi Covid 19. Di samping itu juga masyarakat kita sudah banyak berjatuhan, peningkatan kematian dan yang positif ini harus ada langkah konkret yang strategis sehinggga satgas ini diharapkan mampu menekan tingkat dari kenaikan Covid-19 ini," katanya.

Penjabat Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sri Haryati menuturkan, Pemprov DKI sangat mendukung program Tim Pemburu Covid-19. "Kami Pemprov akan men-support. Saat ini, saatnya kita melakukan penegakan disiplin pada masyarakat dalam rangka bagaimana kita mengendalikan kasus di Jakarta ini supaya lebih baik," katanya.

Pembentukan Tim Pemburu Covid-19 diinisiasi Fadil Imran, sebagai bagian kolaborasi antar-institusi Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI. Tim Pemburu Covid-19 dibentuk sebanyak 17 tim dari Polda Metro dan Polres jajaran yang merupakan gabungan TNI-Polri dan Satpol PP, dilengkapi kendaraan serta alat pelindung diri (APD) lengkap.

Tim bertugas melakukan tracing, testing dan treatment (3T), serta penegakan disiplin pelanggaran protokol kesehatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Tim juga melaksanakan rapid test, swab test, penyemprotan disinfektan, dan pembubaran kerumunan massa.

Sasaran tim pemburu antara lain, orang yang bergejala dan tidak bergejala Covid-19, orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif, orang yang melanggar protokol kesehatan, orang yang berkerumun lebih dari lima orang, dan orang yang positif Covid-19 tapi masih berkeliaran.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2020

BERITA TERPOPULER


#1
Kapolda Sumsel: Terduga Penganiaya Perawat Siloam Sudah Ditangkap

#2
Ini Kronologi Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang oleh Keluarga Pasien

#3
Kekerasan terhadap Perawat, Siloam Hospitals Serahkan ke Kepolisian

#4
Jadi Tersangka, Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Minta Maaf

#5
Penganiaya Perawat RS Siloam Terancam Hukuman Maksimal 2 Tahun 8 Bulan

#6
Korban Gempa Malang Berharap Bantuan Pembangunan Rumah Melalui Program Padat Karya

#7
Siloam Hospitals Minta Kepolisian Tindak Tegas Penganiaya Perawat

#8
Ahli Beri Tips Agar Atlet yang Berpuasa Tetap Fit dan Imun Terjaga

#9
Italia Izinkan 1.000 Penonton ke Stadion Mulai Mei

#10
Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Dilaporkan ke Polisi

TERKINI


EKONOMI | 17 April 2021

BOLA | 17 April 2021

KESEHATAN | 17 April 2021

MEGAPOLITAN | 17 April 2021

NASIONAL | 17 April 2021

NASIONAL | 17 April 2021

EKONOMI | 17 April 2021

EKONOMI | 17 April 2021

POLITIK | 17 April 2021

MEGAPOLITAN | 17 April 2021