Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Anies Ungkap 3 Prinsip Penanganan Covid-19 di Jakarta Selama Setahun

Rabu, 3 Maret 2021 | 23:54 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS
Anies Baswedan.

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan tiga prinsip utama Pemprov DKI Jakarta dalam menangani pandemi Covid-19 selama setahun. Pertama, kata Anies, transparansi data terkait Covid-19.

Jakarta dari awal tidak pernah mau menutup-nutupi, tidak menambah atau mengurangi, apa adanya, data kematian pun kami katakan terus terang,” ujar Anies dalam diskusi virtual bertajuk "Urgensi Transformasi Digital Pemerintahan untuk Merespons Pandemi dan Pembangunan Nasional", Rabu (3/3/2021).

Dalam menyimpan dan mengelolah data-data ini, kata Anies, pihaknya memanfaatkan teknologi sehingga data-data ini bisa diakses oleh publik dengan mudah. Pemprov DKI, kata dia, telah membangun database lengkap soal informasi terkait Covid-19, baik perkembangan kasusnya maupun langkah-langkah penanganan yang dilakukan Pemprov DKI.

“Kita telah membangun sebuah database lengkap di website namanya corona.jakarta.go.id dan bisa diakses melalui aplikasi mobile namanya JAKI (Jakarta Kini), bisa di-download. Lewat JAKI ini ada semua yang terkait dengan layanan kita di Jakarta,” tutur Anies.

Bahkan Anies berani mengatakan bahwa DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi yang memiliki data yang kaya, detail, dan komprehensif terkait Covid-19. Semua hasil tes PCR baik negatif dan positif, informasi geografis, informasi domisili, lokasi aktivitas, dan hal-hal lain terkait Covid-19 bisa diakses di situs corona.jakarta.go.id.

“Jadi, di dalam platform Corona ini ada data yang satu sisi sangat komprehensif dan di sisi lain sangat detail,” tandas dia.

Anies menegaskan, keberadaan data Covid-19 ini sangat penting. Pasalnya, data merupakan salah penentu utama Pemprov DKI Jakarta dalam mengambil kebijakan. Pemprov DKI Jakarta selalu mengambil kebijakan berdasarkan fakta dan data yang ada, bukan berdasarkan ilusi atau persepsi.

Data-data Covid-19 dalam setahun ini, kata dia, merupakan rujukan yang penting dalam menangani pandemi Covid-19 ke depannya. Pada awal-awal pandemi, tutur dia, Pemprov DKI Jakarta belum memiliki referensi sendiri sehingga mengambil referensi penanganan Covid-19 dari negara-negara lain.

Dengan data yang tersusun rapi dan lengkap, DKI kini sudah mempunyai referensi tersendiri dalam mengambil kebijakan yang diterapkan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Contohnya, terdapat pola peningkatan kasus Covid-19 setelah satu hingga dua minggu libur panjang. Dengan ada pola seperti ini, maka Pemprov DKI akan mengambil kebijakan pengetatan pergerakan dan mobilitas menjelang, selama dan sesudah libur panjang.

Prinsip utama kedua, lanjut Anies adalah melibatkan semua pihak dalam penanganan Covid-19. Hal ini biasa disebut Anies membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk penanganan Covid-19. Pemprov DKI, kata Anies, tidak menempatkan diri sebagai satu-satunya pemeran atau pelaku penanganan Covid-19.

“Kami mencoba menempatkan pemerintah bukan sebagai satu-satunya pelaku tetapi pemerintah dan stakeholder sehingga yang relevan stakeholder itu sebagai kreator, nah itu yang kita kerjakan dalam rangka kita melaksanakan keinginan untuk membangun kolaborasi menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap dia.

Prinsip utama ketiga, kata Anies, adalah menggunakan ilmu pengetahuan dan sains sebagai rujukan pengambilan keputusan dan kebijakan penanganan Covid-19. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta, selalu berkolaborasi dengan para ahli, pakar, ilmuwan, dan epidemiologis untuk meminta pendapat, pandangan dan kajian mereka terkait perkembangan Covid-19. Dengan demikian, kebijakan yang diambil Pemprov DKI selalu berdasarkan data, fakta dan ilmiah.

“Kami menggunakan ilmu pengetahuan sains sebagai rujukan dengan merujuk kepada para ilmuwan, para ahli, dan para pakar,” pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

MEGAPOLITAN | 3 Maret 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Teten Ajak Pelaku Koperasi dan UMKM Susun Model Bisnis Industri Otomotif

#2
Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Kanselir Angela Merkel

#3
Alibaba Hanya Didenda Ringan, Kekayaan Jack Ma Melonjak Rp 33 Triliun

#4
M Qodari: Wacana Reshuffle, Abdul Mu’ti Layak Dipertimbangkan

#5
Tunggu Detail Aturan, KAI Belum Jual Tiket KA Bulan Mei

#6
Vaksin Nusantara Disebut Buatan Asing, BPOM: Masyarakat yang Menilai

#7
Inflasi Tinggi, S&P 500 Cetak Rekor Meski Vaksin J&J Dihentikan Sementara

#8
Cek Titik Nol Istana Negara di IKN, Suharso dan Fadjroel Sambangi Kaltim

#9
Air Radiasi Reaktor Nuklir Fukushima Akan Dilepas ke Laut Jepang

#10
Mount: Chelsea Siap Hadapi Siapa pun di Semifinal

TERKINI


EKONOMI | 14 April 2021

EKONOMI | 14 April 2021

NASIONAL | 14 April 2021

NASIONAL | 14 April 2021

BOLA | 14 April 2021

EKONOMI | 14 April 2021

DUNIA | 14 April 2021

KESEHATAN | 14 April 2021

NASIONAL | 14 April 2021

BOLA | 14 April 2021