Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Demi Herd Immunity, Pemprov DKI Siapkan Beragam Sentra Vaksinasi Covid-19

Senin, 12 April 2021 | 16:34 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS
Ilustrasi vaksinasi massal Covid-19.

Jakarta, Beritasatu.com –Plt Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta, Suharti mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan vaksinasi Covid-19 berbasis wilayah dan menyediakan beragam sentra vaksinasi agar dapat menjangkau lebih banyak warga yang divaksinasi. Kebijakan ini, kata Suharti, merupakan komitmen Pemprov DKI untuk meningkatkan kekebalan komunitas (herd immunity).

“Kami juga menjemput bola, dengan menyediakan fasilitas antar-jemput bagi warga lansia, baik menggunakan bus maupun sepeda motor untuk memudahkan warga ke lokasi vaksinasi,” ujar Suharti dalam keterangan, Senin (12/4/2021).

Advertisement

Suharti mengatakan Pemprov DKI Jakarta melibatkan lebih banyak fasilitas kesehatan swasta, baik sebagai lokasi vaksinasi maupun dalam menyediakan SDM di sentra vaksinasi yang bukan merupakan fasilitas kesehatan pemerintah. Pemprov DKI Jakarta, tutur dia, bekerja sama dengan organisasi masyarakat dan asosiasi industri/asosiasi pelaku ekonomi dalam menyiapkan sentra vaksinasi dengan SDM kesehatan dari pihak pemerintah daerah.

Tentunya, ditambah pula sentra vaksinasi besar yang dibantu oleh Kementerian Kesehatan dengan SDM gabungan dari pusat dan daerah.

“Kami menyiapkan sentra vaksinasi di tingkat kecamatan dan kelurahan, di luar puskesmas dan RS. Sentra vaksinasi ini lebih diminati oleh lansia karena lebih dekat dengan rumah dan bisa bersama-sama dengan warga dari lingkungan masing-masing. Selain itu, sentra vaksinasi yang disiapkan oleh pemerintah pusat dan suplai vaksin kepada kami juga sangat membantu meningkatkan kapasitas vaksinasi DKI Jakarta,” terangnya.

Adapun beragam tempat layanan vaksinasi di Jakarta, antara lain Istana Presiden, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, kantor wali kota, kantor kecamatan, kantor kelurahan, DPR/DPRD, RPTRA, mal, pasar, hotel, wisma, taman, RSU swasta, vertikal, RS TNI / Polri, RSUD, RS khusus, klinik, puskesmas kecamatan dan kelurahan, puskesmas keliling, sekolah (TK-SMA), Istora/GOR, gedung perkantoran swasta / BUMN, drive thru, dan lain-lain.

“Hingga kini, total jumlah lokasi vaksinasi di Jakarta sebanyak 525 titik dengan total kapasitas vaksinasi sebanyak 86.580 orang per hari,” tandas dia.

Di samping itu, kata Suharti, Pemprov DKI juga menyiapkan sistem untuk membantu pendaftaran dan penjadwalan lansia, karena tidak semua lansia dapat menggunakan sistem online. Pada pelaksanaannya, data yang digunakan adalah data dari Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, lalu diberikan penjadwalan sampai tingkat RT. Selanjutnya, pengurus RT memberitahu lansia terkait jadwal dan lokasi vaksinasi.

“Diupayakan dalam satu RW divaksin di lokasi yang sama untuk kemudahan pengelolaan di lapangan. Untuk warga yang belum terjadwal karena tidak ber-KTP DKI Jakarta atau yang lokasinya jauh karena alamat domisili berbeda dengan alamat KTP, tetap dimungkinkan untuk divaksinasi, baik dengan mendaftar melalui online maupun melaporkan diri ke Ketua RT,” paparnya.

“Kami melakukan komunikasi secara intensif dengan tim Pemerintah Pusat untuk mendapatkan secara rutin data lansia yang sudah divaksinasi. Kemudian, dipadankan dengan data (Dinas) Dukcapil untuk memonitor lansia yang belum divaksinasi. Lalu, diinformasikan ke jajaran yang berada di lapangan. Pemprov DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI terkait vaksinasi bagi purnawirawan,” pungkas dia menambahkan.

Untuk diketahui, pada bulan Februari 2021, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan pada Kementerian Kesehatan (Kemkes) agar dimungkinkan vaksinasi bagi pendamping lansia dan disetujui di bulan Maret 2021. Hal ini juga untuk kelancaran vaksinasi kelompok lansia.

Pemprov DKI Jakarta turut menyediakan fasilitas transportasi berupa bus sekolah dan bus Transjakarta di sejumlah wilayah yang membutuhkan karena lokasi yang cukup jauh. Tak hanya itu, jajaran tingkat Kelurahan bersama RT/RW juga menjemput bola, melakukan antar-jemput menggunakan sepeda motor dan pendataan warga secara door to door. Kolaborasi juga dilakukan dengan menggandeng perusahaan swasta (Gojek dan Grab) untuk memberikan kemudahan berupa biaya gratis atau pemotongan biaya pengantaran lansia ke lokasi vaksinasi.

Dengan melihat adanya penurunan cakupan harian vaksinasi lansia, sementara jumlah lansia yang belum divaksinasi masih banyak, maka sejak 9 April 2021, Pemprov DKI Jakarta melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam pelaksanaan vaksinasi lansia.

Setiap Kecamatan dikoordinasi oleh satu SKPD yang juga menetapkan koordinator untuk setiap kelurahan. Tugasnya mencakup pula edukasi dan mencarikan solusi jika ada kebutuhan-kebutuhan khusus. Kemudian, dilakukan monitoring dan evaluasi sebanyak dua kali per minggu yang melibatkan jajaran wilayah administrasi sampai tingkat kelurahan.

Jajaran wilayah juga berkolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, salah satunya bersama Forum Komunikasi Lanjut Usia (FKLU), di Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara dalam hal antar-jemput dan pendataan lansia dari rumah ke rumah.

Sementara itu, sosialisasi dan komunikasi publik juga terus dilakukan secara intens, baik melalui platform media sosial maupun melalui jalur wilayah menggunakan WhatsApp Group (WAG) lantaran hampir semua RT di Jakarta memiliki WAG.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Perbedaan Tempat Tidur Isolasi dan Intensif bagi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

#2
Satgas Covid-19 Kota Bekasi Menandai Rumah Warga Jalani Isolasi Mandiri

#3
Israel Kembali Gempur Gaza Balas Balon Api dari Palestina

#4
3 Dosen UNS Meninggal Akibat Covid-19, Jamal Wiwoho: Mereka Dosen Terbaik

#5
Fuad Alkhar Meninggal karena Positif Covid-19

#6
90% Nakes Kudus yang Dilindungi Vaksin Sembuh dari Covid-19

#7
Watubun: Tak Benar PDIP Bolehkan Ganjar Maju Pilpres dari Parpol Lain

#8
Kasus Wanaartha, Saksi Ahli: Barang Bukti Milik Pemegang Polis

#9
Dalam Waktu Dekat, Terbuka Kemungkinan Anies Tarik Rem Darurat di Jakarta

#10
Kemkes: Pasien Terinfeksi Varian Baru Tidak Memiliki Gejala Khusus

TERKINI


KESEHATAN | 19 Juni 2021

BOLA | 19 Juni 2021

NASIONAL | 19 Juni 2021

HIBURAN | 18 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 18 Juni 2021

BOLA | 18 Juni 2021

NASIONAL | 18 Juni 2021

BOLA | 18 Juni 2021

POLITIK | 18 Juni 2021

HIBURAN | 18 Juni 2021