Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pemprov DKI Prediksi Harga Pangan Strategis Naik Hingga 5 Persen Saat Ramadan

Senin, 12 April 2021 | 18:52 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS
Ilustrasi pasar tradisional.

Jakarta, Beritasatu.com - Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan pihaknya memprediksi beberapa harga pangan strategis di Jakarta akan mengalami kenaikan pada masa Ramadan dan menjelang Idulfitri 2021. Namun, Suharini mengatakan kenaikan tersebut, dalam batas wajar 1-5%.

“Harga beberapa pangan strategis diprediksi akan mengalami kenaikan dalam batas wajar dengan kisaran 1% hingga 5%,” ujar Suharini kepada wartawan, Senin (12/4/2021).

Advertisement

Harga eceran bawang merah dan bawang putih, kata Suharini, diprediksi akan mengalami kenaikan pada Ramadan dan Idulfitri 2021 akibat peningkatan permintaan dan berkurangnya pasokan karena baru masuk masa tanam. Harga daging ayam diprediksi akan mengalami kenaikan karena naiknya permintaan dan naiknya harga jagung sebagai bahan dasar pakan.

“Harga daging sapi juga diprediksi akan mengalami kenaikan dikarenakan naiknya permintaan dan tingginya harga sapi impor. Begitu juga harga minyak goreng diprediksi juga mengalami kenaikan karena tingginya harga CPO. Sementara, harga pangan strategis lainnya cenderung aman,” terang dia.

Lebih lanjut, Suharini mengatakan, sesuai prognosis pangan strategis hingga menjelang Idulfitri atau bulan Mei 2021 diperkirakan stok dalam keadaan cukup. Beras, kata dia, diperkirakan akan surplus karena pada Maret dan April 2021 memasuki panen raya.

“Hasil koordinasi dengan BUMD dan OPD terkait, komoditas untuk komoditas bawang, cabai, daging ayam ras, telur ayam, gula dan minyak goreng diperkirakan juga akan tersedia dalam jumlah cukup,” jelas dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Satgas Pangan, kata Suharini, terus memantau perkembangan harga harian pangan strategis. Hal ini penting untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya peningkatan atau penurunan harga ekstrem.

“Tentunya peningkatan dan penurunan harga ektrem berpotensi meresahkan masyarakat, agar segera dapat diantisipasi dan berkolaborasi dengan BKP-Kementerian Pertanian melakukan Gelar Pangan Murah,” pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

MEGAPOLITAN | 12 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Positif Covid-19, Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

#2
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#3
Komisi IX DPR Sudah Ingatkan agar Hati-hati Pakai Vaksin Astrazeneca

#4
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#5
Awas ! Empat Provinsi di Pulau Sumatera Meningkat Tajam Positif Covid-19

#6
Gawat! Sebanyak 4.123 Pemudik Positif Covid-19

#7
Ibadah Haji 2021, Cak Imin Minta Pemerintah Lobi Arab Saudi

#8
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#9
Polda Jawa Barat Lakukan Penyekatan Berlapis di Pantura

#10
Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Fadli Zon: Almarhum Ulama Berani dan Kritis

TERKINI


EKONOMI | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021