Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pemprov DKI Temukan 808 Klaster Keluarga Seusai Lebaran

Kamis, 10 Juni 2021 | 13:22 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW
Rukun tetangga di rukun warga 04 Kampung Rawacana, Kelurahan Gandasari, Kota Tangerang, melakukan micro lockdown, Selasa 8 Juni 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menemukan 808 klaster keluarga seusai Lebaran 2021.

Dari jumlah klaster tersebut, sebanyak 1.494 kasus positif aktif Covid-19. Data ini berdasarkan data yang diambil dari situs corona.jakarta.go.id. Data itu tercatat dari 24 Mei hingga 6 Juni 2021.

Advertisement

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengakui adanya 808 klaster keluarga setelah Lebaran 2021.

Secara umum, kata Dwi, terdapat klaster kecil yang terdiri dari 2-3 orang dan juga ada klaster besar yang terdiri dari 20 orang atau lebih.

Advertisement

“Sekarang kita menemukan 800-an klaster. Klaster itu bisa kecil, bisa besar, kalau dua orang punya riwayat penularan yang sama itu juga menjadi klaster namanya, sehingga beberapa tempat kita lihat ada klaster yang sampai 20 orang,” ujar Dwi, Kamis (10/6/2021).

Dwi menjelaskan, satu klaster terbentuk jika orang memiliki riwayat kegiatan yang sama dan setelahnya terpapar Covid-19. Sebagian besar, kata dia, klaster yang terjadi pascalebaran di Jakarta merupakan klaster kecil, seperti klaster perjalanan keluar kota oleh satu keluarga yang terdiri dari 2-3 orang.

“Mayoritas klasternya kecil-kecil, tetapi banyak dan ada semua di wilayah kota Jakarta,” tandas dia.

Namun, kata Dwi, terdapat juga klaster besar seperti yang terjadi di RT 003, RW 003, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.
Menurut Dwi, klaster yang terjadi di RT 003 Cilangkap merupakan klaster silahturahmi Lebaran yang menyebabkan banyak yang terjangkit Covid-19.

Dari klaster RT 003 ini, terdapat 104 orang yang positif Covid-19 dan akhirnya RT 003 menerapkan micro lockdown. Hingga saat ini, sebagian besar dari mereka telah sembuh dari keterpaparan Covid-19.

“Ada juga klaster yang terjadi karena buat kegiatan, seperti silahturahmi. Klaster-klaster seperti ini membuat kasus Covid-19 di Jakarta meningkat,” pungkas Dwi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 16 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

#2
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#3
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#4
Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

#5
Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

#6
Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

#7
PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Anies Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

#8
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#9
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

#10
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

TERKINI


OLAHRAGA | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

GAYA HIDUP | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

KESEHATAN | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021