Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Penyebaran Varian Delta B1617.2 di Jakarta Mengkhawatirkan

Rabu, 16 Juni 2021 | 23:34 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM
Varian baru virus Coronavirus, Covid-19 SARS-CoV-2.

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengidentifikasi dua penyebab utama lonjakan kasus yang semakin mengganas di Jakarta, yakni dampak libur Lebaran 2021 dan varian baru mutasi virus Sars-Cov-2 atau Covid-19. Pemprov DKI pun meminta masyarakat untuk kembali meningkatkan kedisiplinan menerapakan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencemaskan varian baru mutasi Covid-19 yang lebih berbahaya dan menular dengan cepat. Mutasi Covid-19 merupakan varina yang berasal dari luar negeri dan transmisi virus ini sudah ada di Jakarta.

“Varian baru ini cukup merepotkan karena mereka memiliki kemampuan tersendiri untuk menginfeksi kita,” ujar Widyastuti di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Salah satu varian baru mutasi Covid-19 yang harus diwaspadai, kata Widyastuti, adalah varian Delta B1617.2 yang sudah bertransmisi di Jakarta. Varian ini awalnya ditemukan di India dan sangat mudah menular. “Kita ambil contoh varian Delta B1617.2 yang amat mudah menyebar,” tandas dia.

Selain itu, kata Widyastuti, mutasi Covid-19 yang lain adalah varian Beta B1351 yang berasal dari Afrika Selatan. Menurut Widyastuti, varian ini bisa membuat yang terpapar memiliki gejala yang berat hingga berunjung pada kematian. “Varian ini amat mudah membuat gejala menjadi berat atau lebih mematikan,” ungkap dia.

Yang menggembirakan, kata Widyastuti, semua varian ini bisa diantisipasi oleh vaksin Covid-19. Karena itu, Pemprov DKI akan terus meningkat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang sampai sekarang sudah menjangkau kelompok prioritas keempat, yakni masyarakat berumur 18 tahun ke atas. Vaksinasi sebelumnya sudah dan sedang disuntikan kepada tenaga kesehatan, lansia, pekerja publik dan masyarakat rentan.

“Meskipun menurut penelitian terakhir, seluruh varian masih dapat diantisipasi dengan vaksin, tetapi ini benar-benar harus kita waspadai bersama,” pungkas Widyastuti.

Meskipun demikian, Widyastuti tidak menyebutkan secara detail terkait jumlah varian baru mutasi Covid-19 di Jakarta serta jumlah orang yang terpapar dari masing-masing varian baru tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#2
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

#3
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#4
Ini Alasan Bupati Bogor Bersikukuh Bangun Jalur Puncak 2

#5
Yusril Ajukan Judicial Review AD/ART Demokrat, SBY: Hukum Bisa Dibeli, tetapi Tidak untuk Keadilan

#6
PSI Berhentikan Viani Limiardi Sebagai Anggota DPRD DKI dan Kader Partai

#7
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#8
Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

#9
Sistem Radarnya Dihancurkan AS, Bandara Kabul Kini Siap Beroperasi Kembali

#10
Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

TERKINI


OLAHRAGA | 28 September 2021

NASIONAL | 28 September 2021

OLAHRAGA | 28 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

GAYA HIDUP | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

OLAHRAGA | 27 September 2021