Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Selesaikan S-3 di Rutan, Rizieq Syihab Ucapkan Terima Kasih ke Kapolri

Kamis, 17 Juni 2021 | 12:20 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / LES
Rizieq Syihab.

Jakarta, Beritasatu.com - Terdakwa Rizieq Syihab telah menyelesaikan pendidikan S-3 selama menjalani tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Mabes Polri. Untuk itu, Rizieq secara khusus mengucapkan terima‎ kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

serta jajarannya di Rutan Mabes Polri yang telah memberikan kesempatan menyelesaikan ujian disertasi hingga meraih gelar PhD.

Advertisement

‎"‎Tak lupa, mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Kapolri yang memperlakukan kami sangat baik sehingga kami mendapatkan hak-hak kami sebagaimana adanya, termasuk pengantaran dan pengawalan setiap persidangan," ujar Rizieq Syihab di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021).

Rizieq melanjutkan, berkat Kapolri juga yang memberikan kesempatan kepada dirinya untuk mengikuti ujian disertasi di dalam Rutan Mabes Polri.

"Bahkan saya telah diberikan kesempatan menyelesaikan program S-3 saya sehingga dapat mengikuti ujian disertasi PhD dengan lancar di Rutan Mabes Polri," bebernya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) ‎yang menjadi pihak lawan saat menjalani persidangan. Ia pun mengulang kata-kata umpatan yang pernah dilontarkan kepada JPU seperti bodoh, pandir, dungu dan sebagainya.

‎"Akhirnya, terima kasih dan penghargaan kepada Jaksa Penuntut Umum yang telah berkali-kali mencambuk kami untuk fokus dan serius melakukan perlawanan hukum persidangan ini demi mendapatkan keadilan. Jaksa memang lawan kami dalam persidangan tapi bukan musuh kami," tuturnya.

"Saya dan penasehat hukum saya sering terlibat perdebatan sengit dalam Jaksa. Bahkan, tak jarang saling tuding, saling bentak saling berteriak apalagi dalam dakwaan dan eksepsi serta tuntutan dan pleidoi hingga dalam replik dan duplik kami saling serang dan saling menjatuhkan. Bahkan tak jarang kami saling melontarkan kata-kata bodoh, dungu, pandir, tidak berakal, tidak sopan, dangkal, ngawur, jahat, dan sebagainya‎ terhadap pendapat lawan. Itu biasa dalam persidangan sehingga jangan diambil hati apalagi dijadikan dendam," bebernya.

Terdakwa Rizieq Syihab dianggap melanggar tindak pidana sebagaimana diatur dakwaan kesatu primer Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, terkait penyebaran kabar bohong tes usap RS Ummi Kota Bogor.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 16 Juni 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio Harus Diketahui Sumber Dananya

#2
Kartu Vaksin Kini Jadi Persyaratan Kegiatan Warga

#3
Olimpiade Tokyo: Kejutan, Rahmat Erwin Abdullah Sabet Perunggu Angkat Besi

#4
Update Covid-19, Tambah 43.856 Total Kesembuhan Jadi 2,64 Juta Orang

#5
Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid-19, Bagaimana Ketentuan OJK?

#6
Wali Kota Bekasi Minta Satgas Pamor RW dan Puskesmas Lebih Responsif

#7
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 Juli 2021

#8
Olimpiade Tokyo: Bikin Tegang, Marcus/Kevin Akhirnya Terhenti di Perempat Final

#9
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Jakarta Dua Kali Lipat Kasus Positif

#10
Olimpiade Tokyo: Tersingkir, Kento Momota Sulit Terima Kenyataan

TERKINI


EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

EKONOMI | 29 Juli 2021

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2021

DUNIA | 29 Juli 2021

OLAHRAGA | 29 Juli 2021

NASIONAL | 29 Juli 2021