Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Korupsi di BUMD, Wagub DKI: Silakan Dihukum Sesuai Ketentuan

Kamis, 29 Juli 2021 | 12:55 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW
Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, saat melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke salah satu perusahaan di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Juli 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal dua pegawai badan usaha milik negara (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi.

Menurut Riza, siapa pun yang melanggar, apalagi melakukan korupsi, harus dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Siapa saja yang melanggar harus menerima sanksi dan hukuman sesuai ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku," ujar Riza di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Riza mengatakan, pihaknya bakal akan memanggil pihak Jaktour melalui Badan Pembina BUMD (BP BUMD) dan inspektorat untuk melakukan pengecekan secara internal. Pasalnya, semua proyek harus sesuai dengan SOP dan aturan yang berlaku.

"Prinsipnya kami mengupayakan sebaik mungkin jajaran pemprov dan BUMD semua pekerjaan, kegiatan, proyek apa pun yang ada sesuai SOP dan aturan, serta harus bebas dari KKN," tandas dia.

Lebih lanjut Riza mengatakan, pihaknya akan kooperatif jika Kejati DKI Jakarta memanggil pejabat DKI Jakarta, baik di BUMD maupun lingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk dimintai keterangan. Dia minta semua pejabat harus siap.

"Tentu kalau ada pemanggilan pejabat harus siap," pungkas Riza.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menetapkan dua pejabat di BUMD DKI Jakarta sebagai tersangka kasus korupsi penyalahgunaan keuangan dari pembayaran jasa perhotelan instansi pemerintah pada Grand Cempaka Resort & Convention.

Kedua tersangka bekerja di BUMD DKI, yaitu PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) dengan inisial RI yang menjabat sebagai General Manager di perusahaan tersebut dan SY adalah Chief Accounting.

"Keduanya (menjadi tersangka) berdasarkan hasil pengembangan pelaku sebelumnya berinisial IS pada Januari 2021 lalu. Dari penyelidikan itu, ditemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka baru, yaitu RI dan SY," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam.

Walau berstatus tersangka, kata Ashari, kedua tersangka tidak ditahan karena dinilai beritikad baik selama penyidikan berlangsung. Dugaan kasus korupsi yang menjerat keduanya terjadi pada 2014 hingga Juni 2015 lalu.

"Akibat perbuatan keduanya telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 5.194.790.618," tutur Ashari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 26 September 2021

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

MEGAPOLITAN | 25 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta 2.041, Positivity Rate 1%

#2
Penyelesaian Lahan Bojong Koneng, Ini Tawaran Sentul City ke Rocky Gerung

#3
Timnas Brasil Siapkan 25 Pemain Hadapi Lanjutan Kualifikasi Piala Dunia

#4
Polisi Ringkus Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

#5
Warga Tidak Terima Penzaliman Kepala Sekuriti Permata Buana

#6
Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

#7
Mimbar Masjid Raya Makassar Dibakar, Pelaku Terekam CCTV

#8
Saleh Husin Kedatangan Sahabat dari NTT

#9
JK Kecam Pembakaran Mimbar Masjid Raya Makassar, Masyarakat Jangan Terprovokasi

#10
Taliban Serukan Tumpas ISIS di Afghanistan

TERKINI


NASIONAL | 26 September 2021

BOLA | 26 September 2021

DUNIA | 26 September 2021

EKONOMI | 26 September 2021

DUNIA | 26 September 2021

OLAHRAGA | 26 September 2021

NASIONAL | 26 September 2021

OLAHRAGA | 26 September 2021

DUNIA | 26 September 2021

NASIONAL | 26 September 2021