Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Anies Sebut 546 Orang Sudah Divaksin Meninggal karena Covid-19

Sabtu, 31 Juli 2021 | 19:20 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM
Anies Baswedan.

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, hanya 0,013% orang yang sudah divaksin, meninggal dunia akibat Covid-19. Angka ini setara dengan 546 orang yang sudah divaksin dosis 1.

Advertisement

“Dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin tersebut, hanya 0,013% yang meninggal sesudah terpapar Covid-19, atau sekitar 13 kasus per 100.000 penduduk,” ujar Anies dalam Youtube yang disiarkan Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (13/7/2021).

Anies menyebut, hal tersebut berdasarkan data-data klinis yang diperoleh dari sekitar 4,5 juta warga KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin Covid-19 dosis 1. Anies menegaskan, vaksin Covid-19 sangat efektif dalam mengurangi keterparahan dan kematian akibat Covid-19.

Advertisement

Jika dilihat data tersebut, kata Anies, yang sudah divaksin tersebut case fatality rate atau tingkat kematian kasusnya menurun sampai kurang dari 1/3 dibandingkan mereka yang belum vaksin.

“Artinya, temuan riset medis kita tahu, dan data di Jakarta, tadi sudah saya paparkan, menunjukkan bahwa mereka yang sudah divaksin risikonya terbukti di lapangan jauh lebih kecil, daripada mereka yang belum divaksin,” tandas Anies.

Salain itu, tutur Anies, dari 4,2 juta orang yang sudah divaksin, hanya 2,3% yang tetap terinfeksi Covid-19. Angka ini setara dengan 96.600 orang.

“Angkanya kecil sekali dan sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini, dari 2,3% itu, mereka tidak bergejala atau bergejala ringan,” tutur dia.

Namun, Anies mengingatkan, masyarakat Jakarta untuk tidak salah mengartikan dan menganggap kematian sekadar angka statistik. Pasalnya, di balik setiap kematian, ada keluarga, ada saudara, teman yang kehilangan orang-orang yang dicintai dan bahkan kehilangan orang-orang yang diandalkan untuk menopang kehidupan keluarga.

“Setiap kematian adalah duka. Dan setiap kematian juga sesungguhnya adalah takdir Allah yang tidak bisa dimajukan, tidak bisa diundurkan. Itu sesuatu yang kita yakini,” ungkap Anies.

"Data menunjukkan bahwa yang sudah vaksin risiko kematiannya menurun dan risiko gejala beratnya menurun. Oleh karena itulah, kita harus ikhtiar untuk mengurangi risiko, meninggikan potensi keselamatan diri, keselamatan keluarga, keselamatan lingkungan kita. Dengan cara melakukan vaksinasi," kata Anies.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Aturan Kedatangan dan Kepulangan Peserta PON Papua

#2
Tukul Arwana Dirawat di RS karena Pendarahan Otak

#3
Kemhan Lithuania Anjurkan Ponsel Xiaomi dan Huawei Dibuang Saja

#4
Toko Obat Ilegal di Bekasi Digerebek Polisi

#5
Pesawat Sempat Gagal Mendarat, Tim Bulutangkis Indonesia Dibuat Tegang

#6
Agar Nilai Pajak Jadi Rp 10 M, Jhonlin Baratama Janjikan Pejabat Ditjen Pajak Rp 50 M

#7
Irjen Pol Napoleon Bonaparte Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencucian Uang

#8
Satgas Nemangkawi Bekuk ASN Pemasok Amunisi KKB

#9
Presiden Jokowi Ajak Pemimpin Dunia Jawab Kegelisahan Masyarakat Internasional

#10
KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

TERKINI


OLAHRAGA | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

OLAHRAGA | 23 September 2021

NASIONAL | 23 September 2021

KESEHATAN | 23 September 2021

NASIONAL | 23 September 2021

KESEHATAN | 23 September 2021

NASIONAL | 23 September 2021

DIGITAL | 23 September 2021