Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Soal Gugatan Polusi Jakarta, Anies Klaim Sudah Lakukan Perbaikan Kualitas Udara

Kamis, 16 September 2021 | 23:26 WIB
Oleh : Yustinus Paat / LES
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengabulkan gugatan perdatayang diajukan Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota) terkait polusi udara Jakarta dan sekitarnya. Menanggapi putusan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan Instruksi Gubernur No. 66/ 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara sebagai quick wins untuk menyelesaikan masalah pencemaran udara, bahkan sebelum proses sidang gugatan dimulai.

"Khusus penanggulangan pencemaran udara di Ibu Kota, Pemprov DKI Jakarta telah mengeluarkan Instruksi Gubernur No. 66/ 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara sebagai quick wins untuk menyelesaikan masalah pencemaran udara, bahkan sebelum proses sidang dimulai. Salah satu poin dalam Ingub Nomor 66/2019 adalah Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan tidak ada angkutan umum yang berusia di atas 10 tahun dan tidak lulus uji emisi beroperasi di jalan dan penyelesaian peremajaan seluruh angkutan umum melalui program Jak Lingko pada 2020, sesuai amar keputusan Majelis Hakim poin 1A" ujar Anies di Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Sejak diberlakukannya Ingub tersebut, perbaikan kualitas udara di Ibu Kota mulai dirasakan. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menempuh upaya lain untuk percepatan penanganan pencemaran udara di Ibu Kota. Salah satunya adalah mendorong partisipasi warga dalam pengendalian kualitas udara melalui perluasan kebijakan ganjil genap.

"Kemudian juga mendorong peralihan ke moda transportasi umum dan meningkatkan kenyamanan berjalan kaki melalui percepatan pembangunan fasilitas pejalan kaki di ruas jalan protokol, arteri, dan penghubung ke angkutan umum massal pada 2020," ungkap Anies.

Lebih lanjut, Anies mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta juga sedang menyusun kajian Baku Mutu Udara Ambien (BMUA) dan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sesuai dengan standar nasional seperti yang telah diamanatkan dalam Lampiran VII Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020.

"Sebuah grand design pengendalian kualitas udara dilengkapi dengan sistem pemetaan dispersi polutan udara sedang disusun dengan proses yang partisipatif dan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan. Pemprov DKI Jakarta juga telah melakukan kajian inventarisasi sumber polusi udara di Jakarta yang menjadi dasar pembuatan kebijakan berkaitan dengan polusi udara di Jakarta," jelas dia.

Sementara itu terkait dengan proses persidangan, Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi 2 (dua) proses mediasi di luar persidangan bersama dengan tim kuasa hukum penggugat. Selain itu Pemprov DKI Jakarta telah menginisiasi 1 FGD dengan berbagai pemangku kepentingan.

Hasil dari FGD tersebut adalah, pertama, akselerasi kegiatan uji emisi gas buang bagi kendaraan bermotor dan penerapan sanksi melalui Peraturan Gubernur Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Kedua, pelaksanaan evaluasi terhadap pelaksanaan uji emisi berkala bagi kendaraan bermotor.

Ketiga, publikasi kepada masyarakat mengenai hasil pelaksanaan uji emisi berkala bagi kendaraan bermotor serta evaluasi dan pemberian sanksi terhadap pemilik kendaraan bermotor yang tidak melakukan uji emisi dan/atau lulus uji emisi. Keempat, integrasi upaya peningkatan kualitas udara DKI Jakarta sebagai bagian Kegiatan Strategis Daerah (KSD) yang ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 1107 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Keputusan Gubernur Nomor 1042 Tahun 2018 tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah.

Kelima, penerapan Zona Rendah Emisi yang telah aktif berjalan sejak awal Februari 2021 di kawasan Kota Tua. Keenam pembangunan taman dan pohon, sampai dengan tahun 2020, terdapat setidaknya 57 taman baru, 23.500 pohon, 2,4 juta tanaman penyerap polutan, dan 47.000 bakau telah ditanam.

Ketujuh, mendorong industri besi dan baja, pulp dan kertas, pembangkit listrik tenaga termal serta semen untuk memasang Continuous Emission Monitoring System (CEMS). Kesembilan, pemberian sanksi terhadap pelaku usaha dan/atau kegiatan sumber pencemar udara tidak bergerak yang melanggar dokumen lingkungan hidup mengenai pengendalian pencemaran udara dan/atau ketentuan peraturan perundangan-undangan terkait;

Ke-10, penambahan stasiun pemantauan kualitas udara dilakukan secara bertahap sejak tahun 2009 hingga 2018 di wilayah provinsi DKI Jakarta, hasil pemantauan dapat diakses secara publik melalui aplikasi JAKI – sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk transparansi dan manajemen relasi warga.

"Dengan ini, Pemprov DKI Jakarta tidak banding dan siap menjalankan putusan pengadilan demi kualitas udara Jakarta yang lebih baik. Namun ini adalah kerja bersama, maka kami mengundang seluruh pemangku kepentingan, dan khususnya warga yang memiliki ide, inovasi, dan inisiatif, untuk berkolaborasi bersama kami, Pemprov DKI Jakarta untuk mencari solusi terbaik sesuai dengan keputusan pengadilan. Ini merupakan kerja besar dan kerja bersama," pungkas Anies.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kasus Covid-19 di Jakarta Naik Lagi, Masyarakat Diminta Waspada

#2
Guru Jadi ASN P3K, Komnas Pendidikan: Sekolah Swasta Kelimpungan

#3
Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 79%

#4
Pengamat: Guru Sekolah Swasta Jadi ASN Timbulkan Masalah Baru

#5
Taklukkan Tiongkok 3-0, Indonesia Juara Piala Thomas

#6
Piala Thomas: Fajar/Rian Taklukkan He/Zhou, Indonesia Unggul 2-0 atas Tiongkok

#7
Merah Putih Dilarang di Piala Thomas, Puan: Kita "Kibarkan" di Dada

#8
Indonesia Hadapi Tiongkok di Final Piala Thomas

#9
Dukung Formula E di Jakarta, Ketua MPR: Kebanggaan Besar untuk Indonesia

#10
Astronaut Prancis Tangkap Fenomena Aneh di Atas Benua Eropa

TERKINI


OLAHRAGA | 17 Oktober 2021

NASIONAL | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

EKONOMI | 17 Oktober 2021

OTOMOTIF | 17 Oktober 2021

NASIONAL | 17 Oktober 2021

NASIONAL | 17 Oktober 2021

OLAHRAGA | 17 Oktober 2021

OLAHRAGA | 17 Oktober 2021

EKONOMI | 17 Oktober 2021