Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Diisolasi di Sel, Irjen Napoleon Bonaparte Tak Bisa Berinteraksi dengan Tahanan Lain

Rabu, 22 September 2021 | 10:40 WIB
Oleh : BW
Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri yang juga terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte (tengah) bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 10 Maret 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Bareskrim Polri mengisolasi Irjen Pol Napoleon Bonaparte di kamar selnya seusai menjalani pemeriksaan terkait perkara dugaan penganiayaan terhadap Muhamad Kosman alias Mohammad Kece, tersangka dugaan penistaan agama.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Rabu (22/9/2021), mengatakan Irjen Pol Napoleon Bonaparte diisolasi sejak tadi malam.

Andi menjelaskan langkah mengisolasi Irjen Pol. Napoleon Bonaparte dilakukan untuk kepentingan saksi-saksi dan penyidikan.

Menurut dia, Irjen Pol Napoleon Bonaparte diisolasi (dikunci) di kamar selnya, supaya tidak lagi berinteraksi dengan tahanan lainnya.

Sebelum diisolasi, Napoleon tetap disel tetapi tidak dikunci, sehingga yang bersangkutan bebas bersosialisasi dengan tahanan lainnya.

"Di sel… tetapi selnya tidak dikunci dan bebas bersosialisasi dengan napi (tahanan) lain," ucap Andi.

Napoleon Bonaparte menjalani pemeriksaan di Dittipidum Bareskrim Polri sebagai terlapor perkara dugaan tidak pidana penganiayaan terhadap M. Kece, Selasa (21/9/2021). Pemeriksaan tersebut berlangsung selama kurang lebih 10 jam.

Selain Napoleon, penyidik juga telah memeriksa 13 saksi termasuk M Kece selaku pelapor. Dari 13 saksi tersebut, empat di antaranya petugas penjaga tahanan dan Kepala Rutan Bareskrim Polri ikut dimintai keterangan.

"Hari ini penyidik akan mengevaluasi hasil pemeriksaan-pemeriksaan terdahulu dan kemarin," ujar Andi.

Gelar Perkara
Setelah pemeriksaan dan evaluasi dilakukan, penyidik segera melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka.

Dalam perkara ini, Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian (Div Propam) Polri juga turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Polri, yakni terdiri atas petugas penjaga tahanan dan Kepala Rutan Bareskrim Polri.

Div Propam Polri juga memeriksa satu saksi tahanan berinisial H alias C untuk menelusuri dugaan pelanggaran disiplin anggota Polri yang bertugas di Rutan Bareskrim Polri.

Pemeriksaan terhadap petugas rutan ini berdasarkan PP No. 2/2003 pasal 4 (d) dan (f) yakni pelanggaran disiplin tidak melaksanakan disiplin, tidak melaksanakan SOP dalam melakukan jaga tahanan, pelanggaran terkait peraturan kedinasan.

Div Propam Polri juga merencanakan pemeriksaan terhadap Napoleon Bonaparte, namun karena statusnya sebagai terdakwa kasus suap dan penghapusan "red notice" Djoko Tjandra yang sedang mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA), maka pemeriksaan etik harus mendapatkan izin terlebih dahulu.

Peritiwa penganiayaan terhadap Muhammad Kece alias Muhammad Kace, terjadi Kamis (26/8/2021) dini hari, berlangsung dari pukul 00.30 WIB sampai dengan 01.30 WIB.

Dalam rekaman CCTV memperlihatkan Napoleon Bonaparte melakukan tindakan penganiayaan dibantu tiga tahanan lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Bersihkan Tangan untuk Cegah Penyakit

#2
Losmen Bu Broto Tayang di Bioskop Pertengahan November

#3
Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

#4
Penyelam Temukan Pedang Tentara Perang Salib Berusia 900 Tahun di Laut Israel

#5
Masih Dibahas, Syarat Perjalanan Pesawat Domestik Belum Berubah

#6
Anies Merasa Aneh PDIP dan PSI DKI Interpelasi Formula E

#7
Deklarator Anies: Keluarga Besar Saya di Sulawesi Iri dengan Warga Jakarta

#8
Dinilai Berhasil Pimpin Jakarta, Anies Baswedan Dideklarasikan Jadi Capres 2024

#9
Tangkap 2 Kader Golkar, KPK Tegaskan Tak Berpolitik

#10
Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

TERKINI


DUNIA | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

KESEHATAN | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

POLITIK | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021