Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Konflik Lahan Rocky Gerung vs Sentul City, Pengamat: BPN Bertanggung Jawab

Rabu, 22 September 2021 | 18:28 WIB
Oleh : Vento Saudale / JEM
Lahan seluas 800 m yang diklaim Sentul City termasuk rumah milik pengamat politik Rocky Gerung di Kecamatan Babakan Madang, Jawa Barat.

Bogor, Beritasatu.com - Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Bogor harus membuka fakta untuk menyudahi perselisihan klaim kepemilikan hak atas tanah antara PT Sentul City Tbk dengan Rocky Gerung, yang berlokasi di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Pengamat kebijakan publik, Yusfitriadi menyebut ada beberapa hal yang menjadi penyebab sengketa lahan di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, antara Rocky Gerung dan Sentul City.

“Untuk legal standing Sentul City dalam kondisi ini jauh lebih tua dibanding milik Rocky Gerung. Sehingga, kemungkinan besar hal tersebut menjadi permasalahan, dipihak Rocky yang di mana setiap permohonan sertifikat selalu ditolak,” kata Yus, Rabu (22/9/2021).

Yus menjelaskan, jika dirinya tidak akan masuk ke persoalan siapa yang salah dan benar dalam kasus sengketa lahan ini. Malah, dia cenderung menilai adanya permainan mafia tanah di dalam kasus sengketa lahan tersebut.

“Saya melihat ini adalah murni urusan mafia tanah. Karena dalam kronologisnya sampai misalnya yang menjual tanah Rocky Gerung adalah seorang narapidana, karena dia sudah 7 bulan dibui. Sehingga kemudian ini tidak ada urusan lain kecuali mafia tanah,” tegasnya.

“Tapi ini pun jadi pertanyaan, apa mungkin data seperti ini bisa acak-acakan? Lalu mungkin juga kedua pihak ini sama-sama memiliki kekuatan untuk saling mengeklaim,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, jika BPN tidak segera bersikap dan menjelaskan tentang status kepemilikan tanah tersebut, maka satu-satunya penyelesaian kasus sengketa lahan itu adalah antara Rocky Gerung dan PT Sentul City harus menempuh jalur hukum.

“Solusinya cuma satu, tidak ada yang bisa melegalkan atau tidak melegalkan urusan tanah kecuali BPN yang ngomong. Kalau tidak ngomong, semua harus menempuh jalur hukum,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kasus Covid-19 di Jakarta Naik Lagi, Masyarakat Diminta Waspada

#2
Guru Jadi ASN P3K, Komnas Pendidikan: Sekolah Swasta Kelimpungan

#3
Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 79%

#4
Pengamat: Guru Sekolah Swasta Jadi ASN Timbulkan Masalah Baru

#5
Taklukkan Tiongkok 3-0, Indonesia Juara Piala Thomas

#6
Piala Thomas: Fajar/Rian Taklukkan He/Zhou, Indonesia Unggul 2-0 atas Tiongkok

#7
Merah Putih Dilarang di Piala Thomas, Puan: Kita "Kibarkan" di Dada

#8
Indonesia Hadapi Tiongkok di Final Piala Thomas

#9
Dukung Formula E di Jakarta, Ketua MPR: Kebanggaan Besar untuk Indonesia

#10
Astronaut Prancis Tangkap Fenomena Aneh di Atas Benua Eropa

TERKINI


BOLA | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

OLAHRAGA | 17 Oktober 2021

NASIONAL | 17 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 17 Oktober 2021

EKONOMI | 17 Oktober 2021

OTOMOTIF | 17 Oktober 2021

NASIONAL | 17 Oktober 2021

NASIONAL | 17 Oktober 2021

OLAHRAGA | 17 Oktober 2021