Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

837 Warga Bogor Tertipu Investasi Bodong dengan Kerugian Rp 23 Miliar

Kamis, 23 September 2021 | 18:26 WIB
Oleh : Vento Saudale / JEM
Jajaran Polres Bogor saat memberikan keterangan resmi terkait investasi bodong kepada wartawan, di Mapolres Bogor, Kamis, 23 September 2021.

Bogor, Beritasatu.com - Polres Bogor berhasil membongkar kasus investasi bodong kepada 837 warga Bogor. Polisi berhasil mengamankan satu orang pelaku berinisial I (32) dengan jumlah dana yang sudah digelapkan sekitar Rp 23 miliar.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, I diamankan atas kasus investasi bodong atau fiktif, penipuan, dan atau penggelapan uang masyarakat dengan bentuk simpanan tanpa izin usaha dari Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Modus operandi pelaku yaitu dengan menghimpun dana dari masyarakat dengan modus investasi. Para nasabahnya ini dijanjikan keuntungan 40% di setiap bulannya," kata Harun, Kamis (23/6/2021).

Berdasarkan pengakuan tersangka, investasi bodong itu berlangsung sejak Oktober 2019. Dimulai dengan mengajak kerabat, tetangga, dan keluarganya untuk berinvestasi padanya.

Dengan iming-iming keuntungan 40% per bulan, secara otomatis banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi.

Harun mengungkapkan, masyarakat yang menjadi korban melakukan investasi mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Para korban ini dijanjikan keuntungan 40% dari jumlah investasinya di setiap bulannya.

"Hal ini yang membuat banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi," ungkap Harun.

Menurut pengakuan pelaku, kata Harun, total warga yang sudah berinvestasi kepada pelaku sebanyak 837 orang dengan jumlah dana yang sudah diinvestasikan sebesar Rp 23,4 miliar.

"Awalnya modus pelaku ini lancar. Karena ia sering main trading dan kalah terus akhirnya pelaku rugi Rp 2 miliar yang berimbas pada modus investasi bodongnya," ujarnya.

Akibat kerugian yang dialami pelaku, akhirnya bisnis investasinya pun terganggu yang menimbulkan kecurigaan dari para member.

"Nah dari situ, yang awalnya keuntungan 40% diberikan kepada nasabahnya sebulan sekali berubah menjadi tiga bulan sekali. Singkat cerita para nasabah ini curiga dan 27 di antaranya membuat laporan kepada pihak kepolisian atas kasus ini," kata Harun.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Handreas Adrian mengatakan, atas perbuatannya itu pelaku dikenakan Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 372 KUHP.

"Ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun penjara maksimal 15 tahun penjara. Serta denda minimal Rp 10 miliar maksimal Rp 200 miliar," tutupnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Bersihkan Tangan untuk Cegah Penyakit

#2
Losmen Bu Broto Tayang di Bioskop Pertengahan November

#3
Begini Cara Kerja Obat Covid Molnupiravir

#4
Penyelam Temukan Pedang Tentara Perang Salib Berusia 900 Tahun di Laut Israel

#5
Masih Dibahas, Syarat Perjalanan Pesawat Domestik Belum Berubah

#6
Anies Merasa Aneh PDIP dan PSI DKI Interpelasi Formula E

#7
Deklarator Anies: Keluarga Besar Saya di Sulawesi Iri dengan Warga Jakarta

#8
Dinilai Berhasil Pimpin Jakarta, Anies Baswedan Dideklarasikan Jadi Capres 2024

#9
Tangkap 2 Kader Golkar, KPK Tegaskan Tak Berpolitik

#10
Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

TERKINI


EKONOMI | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

POLITIK | 20 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 20 Oktober 2021

NASIONAL | 20 Oktober 2021

DUNIA | 20 Oktober 2021

EKONOMI | 20 Oktober 2021

DUNIA | 20 Oktober 2021