Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Warga Tidak Terima Penzaliman Kepala Sekuriti Permata Buana

Sabtu, 25 September 2021 | 17:38 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD
Warga RW 11 Komplek Permata Buana, saat memberikan klarifikasi kepada media, Rabu 22 September 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Tuduhan kepada sejumlah sekuriti dan komandan sekuriti yang juga purnawirawan TNI, mendapat respon sejumlah warga dan tokoh pemuda Kembangan Utara, Sabtu (25/9/2021).

Kegaduhan yang dilakukan oleh pemilik rumah di Kembangan Utara, Komplek Perumahan Permata Buana, Jalan Pulau Pantara, RT 01/RW11, Selasa (21/9/2021) mendapat tanggapan keras dari dari warga dan Ketua Pemuda Betawi serta warga Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Jerry salah satu warga Perumahan Permata Buana menyatakan bahwa Wilmora Yudha Hasibuan adalah sosok kepala sekuriti yang sangat bijak dan memiliki kepekaan terhadap warga di sekitar perumahan ini. Sehingga ia tak menyangka begitu teganya orang luar datang di komplek dan beberapa kali menyebutnya 'maling'.

“Bisa-bisanya warga luar yang datang ke kompleks tersebut mengatakan maling ke sejumlah sekuriti bahkan ke mantan purnawirawan TNI Wilmora yang bertugas sebagai kemanan di kompleks tersebut," ujar Jerry, Sabtu (25/9/2021).

Ia menambahkan bahwa seorang lelaki tanpa diketahui dari mana asalnya itu bisa ucapkan begitu ke sekuriti.

“Saya heran sekali, kok bisa bisanya orang dari luar ucapkan kata-kata begitu ke sekuriti, padahal para sekuriti kami selalu menjadi keamanan di kompleks kami selama ini.” ujar Jerry yang kesal kepada orang yang bilang maling kepada sekuriti itu.

Sementara Abubakar, yang juga Ketua Pemuda Betawi secara tegas kepada kepolisian agar menangkap orang luar yang membuat gaduh di kompleks ini.

“Persoalan ini sebenarnya kecil, si pemilik rumah bermasalah IMB. Ini yang dia tak mau ijin kepada keamanan alias sekuriti di kompleks tersebut. Sehingga menurut saya, segera tangkap si pembuat teriak maling kepada sekuriti itu, karena dialah yang membuat warga di sekitar kompleks kecewa dengan orang luar itu, ada bukti video yang ucap maling itu,” kata Abubakar.

Ia berharap pihak kepolisian dapat berlaku adil kepada warga Kembangan Utara. Pasalnya jika tidak diselesaikan dengan baik maka dikhawatirkan dapat berlanjut pada tindakan lainnya yang dapat mengganggu Kamtibmas.

“Semoga polisi adil dalam melihat persoalan ini. Kita berharap peristiwa ini tidak berulang lagi, apalagi hanya peristiwa kecil, yang tak berizin saja soal ini, kok bisa berlanjut seperti ini. Saya sebagai pemuda Betawi berharap polisi adil dalam persoalan ini, karena sekuriti merupakan bagian dari mitra kepolisian dalam menjaga Kamtibnas," kata Abubakar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 18 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Insiden di Piala Thomas, Menpora Minta Maaf dan Siap Seret ke Jalur Hukum

#2
Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, LADI Minta Maaf

#3
2 Oknum Polisi Didakwa Menganiaya dan Membunuh Anggota FPI di KM 50 Tol Japek

#4
Cuaca Ekstrem di Kota Bogor, 4 Mobil Tertimpa Pohon

#5
Insiden di Piala Thomas, LADI Menolak Disalahkan Sepenuhnya

#6
Pasien Kembali Naik, Tempat Tidur Wisma Atlet Kemayoran Terisi 215 Orang

#7
PAN Kepincut Usung Ganjar di Pilpres 2024

#8
Tidak Kabur, Rachel Vennya Mengaku Tak Jalani Karantina

#9
Bumoon.io Dorong Kepedulian Lingkungan lewat Token Kripto

#10
Diminta Fee Rp 10 M, Rita Widyasari Anggap Eks Penyidik KPK seperti Malaikat

TERKINI


NASIONAL | 19 Oktober 2021

DUNIA | 19 Oktober 2021

BOLA | 19 Oktober 2021

BOLA | 19 Oktober 2021

NASIONAL | 19 Oktober 2021

EKONOMI | 19 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

DUNIA | 19 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 19 Oktober 2021

EKONOMI | 19 Oktober 2021