Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

148 SMP di Kota Tangerang Sudah Terapkan PTM Terbatas

Senin, 27 September 2021 | 19:14 WIB
Oleh : Chairul Fikri / FFS
Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMP di Kota Tangerang, Selasa 14 September 2021.

Tangerang, Beritasatu.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang menyatakan telah mengizinkan 148 sekolah setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menerapkan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas hingga saat ini. Dengan demikian sudah 75 persen SMP di Kota Tangerang dari total 199 sekolah yang telah melaksanakan PTM terbatas.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Tangerang, Eni Nurhaeni saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (27/9/2021) mengatakan, pada pekan lalu atau pada tahap kedua, pihaknya telah mengizinkan 100 sekolah setingkat SMP untuk menggelar PTM terbatas. Sementara pada tahap ketiga, jumlah SMP yang diizinkan menerapkan PTM terbatas bertambah sebanyak 48 sekolah.

"Sampai tahap ketiga ini sudah ada 148 sekolah tingkat SMP yang sudah diizinkan menggelar PTM terbatas di Kota Tangerang. Sehingga sampai saat ini sudah 75 persen SMP baik negeri maupun swasta yang telah menggelar PTM Terbatas," tutur Eni.

Eni menyatakan, selama dua pekan pelaksanaan PTM terbatas, Disdik Kota Tangerang belum menerima laporan adanya siswa atau guru yang terpapar Covid-19.

"Sejauh ini belum ada laporan terkait adanya siswa atau guru yang terpapar Covid-19 sampai tahap kedua kemarin. Bila memang tahap ketiga ini berhasil dan tanpa kendala, Insyaallah tahap keempat bisa dijalankan yang ditargetkan awal Oktober sudah 100 persen SMP di sini yang menjalani PTM Terbatas," lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Disdikit Kota Tangerang mengapresiasi pelaksanaan skrining Covid-19 dengan cara melakukan tes PCR secara acak yang dilakukan Dinkes di sejumlah sekolah yang mulai dijalankan hari ini. Eni meyakini langkah Dinkes tersebut akan berpengaruh pada kepercayaan sekolah saat menggelar PTM Terbatas yang sampai saat ini dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Itu bagus (swab test PCR acak), ini untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan bersama. Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bersama," katanya



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
LRT Jabodebek Tabrakan, Tidak Ada Korban Jiwa

#2
Tabrakan Bus Transjakarta, Polisi: 30 Orang Luka, 3 Meninggal Dunia

#3
Jokowi: Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000

#4
Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

#5
Jokowi Lantik Fadjroel Rachman, Rosan Roeslani, dan 15 Duta Besar di Istana Negara

#6
MU Dibantai Liverpool, Ronaldo Luapkan Kekecewaan

#7
Update Tabrakan Transjakarta, 37 Luka dan 2 Orang Meninggal

#8
Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

#9
Tabrakan Bus Transjakarta, 3 Tewas

#10
Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

TERKINI


MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

EKONOMI | 25 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 25 Oktober 2021

NASIONAL | 25 Oktober 2021

BERITA GRAFIK | 25 Oktober 2021