Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Wagub DKI Optimistis Tidak Ada Penyebaran Covid-19 di Sekolah

Senin, 27 September 2021 | 23:27 WIB
Oleh : Stefani Wijaya/ Fana F Suparman / FFS
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di acara sentra vaksinasi dan kegiatan donor darah di SMKN 29 Penerbangan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 11 September 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meyakini tidak ada penyebaran Covid-19 di sekolah. Riza meyakini kalau pun ditemukan pelajar yang terpapar Covid-19, bukan berasal dari lingkungan sekolah, melainkan berasal dari luar lingkungan sekolah.

“Jadi kami optimistis yakin tidak ada penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah. Kalau nanti ada temuan anak yang terpapar kami yakin bukan terpapar di sekolah,” kata Riza di Balai Kota DKI, Senin (27/9/2021).

Keyakinan ini disampaikan Riza lantaran proses pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas yang dilaksanakan di 610 sekolah saat ini telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik, disiplin, dan bertanggung jawab. Meski demikian, Riza menghormati pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyebut 66 pelajar dari 2.113 pelajar di DKI terpapar Covid-19. Dikatakan Riza, Dinas Kesehatan Pemprov DKI telah berkirim surat ke Kemenkes untuk memastikan data tersebut.

"Mudah-mudahan itu tidak terjadi di klaster sekolah. Kita tahu potensi penularan penyebaran itu bisa di rumah, bisa di perjalanan, pulang ke rumah, dan seterusnya di tempat lain, tempat belajar, tempat bermain, tempat anak-anak mampir dan sebagainya. Namun sejauh ini kami meyakini bahwa proses PTM di sekolah yang kami buka di 610 sekolah semuanya melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, baik, disiplin, dan bertanggung jawab," kata Riza.

Dalam kesempatan ini, Riza mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan PTM terbatas agar tidak menimbulkan klaster baru. Dikatakan, orang tua, keluarga, pihak sekolah, dan unsur masyarakat lainnya memiliki peran penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami minta semua kerja sama yang baik, semua pihak mulai dari orang tua, keluarga di rumah, dengan kami yang di sekolah, kemudian di perjalanan dengan semua maskyarakat elemen yang terlibat," katanya.

Diberitakan, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, setelah program tatap muka (PTM) terbatas dilaksanakan pada periode 1-21 September 2021 pihaknya melakukan surveillance Covid-19. Dari 22 sampel sekolah di Jakarta, Kemenkes melakukan pemeriksaan terhadap 2.113 subjek dan ditemukan 66 kasus positif Covid-19. Namun, Menkes menekankan hal tersebut bukan lah klaster lantaran angkanya relatif kecil.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 26 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

MEGAPOLITAN | 25 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
LRT Jabodebek Tabrakan, Tidak Ada Korban Jiwa

#2
Tabrakan Bus Transjakarta, Polisi: 30 Orang Luka, 3 Meninggal Dunia

#3
Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

#4
Jokowi: Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000

#5
Jokowi Lantik Fadjroel Rachman, Rosan Roeslani, dan 15 Duta Besar di Istana Negara

#6
MU Dibantai Liverpool, Ronaldo Luapkan Kekecewaan

#7
Update Tabrakan Transjakarta, 37 Luka dan 2 Orang Meninggal

#8
Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

#9
Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

#10
Tabrakan Bus Transjakarta, 3 Tewas

TERKINI


HIBURAN | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

OLAHRAGA | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021