Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Penahanan Kepala Sekuriti Perumahan Permata Buana Dinilai Berlebihan

Selasa, 28 September 2021 | 23:17 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Warga RW 11 Komplek Permata Buana, saat memberikan klarifikasi kepada media, Rabu 22 September 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Para pengurus Rukun Warga 11 Perumahan Taman Permata Buana, Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, memberanikan diri untuk bicara kepada publik soal kisruh antara warga dan sekuriti di perumahan tersebut. Para pengurus RW 11 Perumahan Taman Permata Buana melalui kuasa hukumnya Cecilia Tjakranegara mengeluhkan sikap Polres Metro Jakarta Barat yang melakukan penahanan terhadap koordinator sekuriti RW 11.

“Kami menilai sikap polisi itu berlebihan. Pasalnya, sekuriti di perumahan tersebut hanya mengemban tugas dari pengurus RW untuk menjaga tata tertib di lingkungan RW 11,” kata Cecilia di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Advertisement

Penahanan kepala sekuriti tersebut merupakan buntut sengketa antara warga RT 001 RW 11 bernama Candy Marcheline dan pengurus RW 11. Candy mengaku pembangunan rumahnya diganggu oleh sekuriti perumahan. Candy menuduh, sekuriti telah melakukan pungli dan menghalang-halangi renovasi rumahnya.

Pengurus RW 11, kata Cecilia membantah keras tuduhan Candy. Menurutnya, sekuriti perumahan hanya menjalankan tugas dari pengurus sebagaimana diatur dalam Permendagri No.5/2007 dan Pergub DKI No.171/2016.

Bahkan, kata Cecilia, awal sengketa itu justru bermula dari penolakan Candy menaati ketentuan peraturan RW mengenai renovasi perumahan dan adanya keluhan Andreas, tetangga rumah yang direnovasi. Andreas mengeluhkan suara bising pembangunan rumah yang mengganggu proses belajar online anaknya.

Peraturan RW yang dimaksud Cecilia adalah setiap warga yang merenovasi rumah dengan jangka waktu lebih dari tiga bulan diwajibkan membayar uang izin pembangunan Rp 5 juta ke kas RW dan memberikan jaminan sebesar Rp 10 juta. Jaminan ini nantinya akan dikembalikan begitu renovasi selesai.

“Sejak awal yang bersangkutan menolak mengikuti aturan tersebut,” tegas Cecilia.

Setiap lingkungan perumahan, menurut Cecilia, mempunyai aturan main yang wajib dipatuhi warga. Bahkan pendatang atau pengontrak rumah pun wajib mematuhi.

Aturan renovasi rumah di Perumahan Permata Buana, kata Cecilia sudah berlaku sejak 2015 silam. Hanya saja nilainya yang berubah. Sebelum ada perubahan pada 14 Februari 2020, nilai jaminan hanya Rp 5 juta dan kini menjadi Rp 10 juta.

“Aturan itupun selama ini berjalan baik. Buktinya, puluhan rumah yang sudah dibangun semuanya mematuhi ketentuan tersebut. Jadi tidak ada pungli di sini. Kami hanya menegakkan aturan main di lingkungan kami sebagaimana Candy harus mentaati peraturan tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 17 Pergub DKI Nomor 171/2016. Karena itu satpam kami jangan dikriminalisasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cecilia mengatakan para pengurus RW 11 pun sepakat meminta keadilan kepada aparat kepolisian agar menghentikan kasus ini. Pengurus RW 11, katanya bersedia memberikan penjelasan kepada kepolisian mengenai duduk perkara kasus ini.

“Kami khawatir, kasus Permata Buana ini menjadi preseden buruk bagi pengurus lingkungan warga. Bila peraturan dan keputusan pengurus RW dengan mudah digugat di pengadilan atau bahkan dipenjara, saya yakin di Indonesia tidak ada yang mau sebagai pengurus RT/RW,” tuturnya.

Sebenarnya, kata Cecilia, perseteruan antara Candy dan pengurus RW 11 sudah berlangsung lama. Bahkan pengurus pun sudah digugat perdata di pengadilan. Tudingan Candy, kata dia pengurus RW telah menghalangi pembangunan rumah dengan cara semena-mena, main hakim sendiri tanpa dasar yang jelas dan melakukan aksi teror terhadap penggugat.

“Bagaimana kami bisa dikatakan sewenang-wenang. Berulang kali mediasi yang kami lakukan dia tidak pernah hadir,” ungkap Cecilia.

Selain itu, Cecilia meminta Satpol PP Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk melakukan cek ulang ijin mendirikan bangunan atau IMB rumah Candy. Hal ini lantaran, dari dokumen yang ada, alamat pemohon IMB berbeda dengan papan IMB yang berdiri di depan bangunan dan surat IMB.

“Kami minta Satpol PP Pemkot Jakarta Barat mengecek ulang IMB tersebut,” kata Cecilia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#2
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#3
Bantuan Logistik Pengungsi Gunung Semeru Dikirim Malam Ini

#4
Mahasiswi Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan Diperiksa

#5
Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

#6
Naik, Jumlah Pasien yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

#7
Soal Omicron, Ilmuwan WHO Minta Dunia Tidak Panik

#8
Hujan Abu dari Gunung Semeru Diprediksi selama 6 Jam

#9
Menparekraf: Wae Rebo Indah

#10
Jokowi Mengaku Dikawal Ketat Bahlil, Urusan Apa?

TERKINI


EKONOMI | 5 Desember 2021

BOLA | 5 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

KESEHATAN | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021