Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Waspada, Kasus Covid-19 di Jakarta 3 Hari Berturut-turut Naik

Jumat, 15 Oktober 2021 | 23:11 WIB
Oleh : Yustinus Paat / BW
Ilustrasi Covid-19.

Jakarta, Beritasatu.com - Warga DKI Jakarta diminta tetap waspada terhadap penyebaran kasus positif Covid-19. Pasalnya, dalam tiga hari berturut-turut, kasus aktif Covid-19 mengalami kenaikan, meskipun kenaikannya tiga signifikan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jumlah kasus aktif hari ini sebanyak 1.409, baik yang dirawat di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 maupun yang menjalani isolasi. Dari jumlah tersebut, 379 dirawat dan 1.030 isolasi mandiri.

Advertisement

“Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 62 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 1.409, baik yang masih dirawat maupun isolasi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Jumlah kasus aktif Covid-19 hari ini mengalami kenaikan sebanyak 62 dibandingkan kasus aktif kemarin, 14 Oktober mencapai angka 1.347 kasus dengan perincian 369 dirawat dan 978 isolasi mandiri.

Jumlah ini mengalami kenaikan 16 kasus dibandingkan kasus aktif pada 13 Oktober sebanyak 1.331 kasus yang terdiri dari 359 dirawat dan 972 isolasi.

Sementara itu, kasus pada 13 Oktober mengalami kenaikan 74 dibandingkan pada 12 Oktober. Pada saat itu, kasus aktif Covid-19 mencapai angka 1.405 kasus dengan perincian 310 dirawat dan 1.095 isolasi.

Meskipun demikian, jumlah kasus aktif Covid-19 saat ini terhitung kecil, hanya 0,1% jika dibandingkan total kasus positif Covid-19 di Jakarta yang sudah mencapai angka 859.860 kasus.

Hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

“Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 844.901 dengan tingkat kesembuhan 98,3%, dan total 13.550 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%,” ungkap Dwi.

Jumlah kasus aktif saat ini juga turun tajam sebanyak 111.729 atau turun 79 kali lipat dibandingkan puncak kasus aktif di Ibu Kota yang terjadi pada 16 Juli 2021 lalu. Pada saat itu, jumlah kasus aktif mencapai angka 113.138 dengan perincian 88.295 pasien isolasi dan 24.843 pasien dirawat.

Persentase
Sementara itu, positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 sepekan terakhir di Jakarta, sebesar 0,8%. Angka ini terus menjauh dari ambang batas ideal positivity rate yang ditetapkan oleh WHO, yakni 5%.

“Untuk positivity rate sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,8%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 13,1%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%,” tutur Dwi.

Padahal, dalam sepekan terakhir, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan tes PCR sebanyak 124.994 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 1.000 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 123.994 orang dinyatakan negatif Covid-19. Jumlah tes PCR ini sudah melampaui standar minimun yang ditetapkan WHO, yakni 10.645 orang dites PCR per minggu di Jakarta. Hal ini berarti, jumlah tes PCR di Jakarta sudah 12 kali lipat dari standar WHO.

Dengan angka positivity rate 0,8%, maka pandemi Covid-19 bisa disebutkan makin terkendali di DKI Jakarta. Angka ini berarti jika 100 orang dilakukan tes PCR hari ini, maka hanya 1 orang yang didiagnosis positif Covid-19 dan sisanya, 99 orang dinyatakan negatif Covid-19.

DKI Jakarta, pernah berada pada angka positivity rate 48%, yakni pada pertengahan Juni 2021. Saat itu merupakan puncak gelombang kedua pandemi Covid-19. Jika positivity rate 48%, maka dari 100 orang yang dites PCR, 48 orang dinyatakan positif Covid-19 dan sisanya negatif Covid-19.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat DKI Jakarta tetap waspada dan hati-hati terhadap penyebaran kasus positif Covid-19. Meskipun pandemi Covid-19 di Jakarta terkendali, kata Riza, masyarakat perlu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Sekali lagi kepada masyarakat kami minta melaksankana prokes dan PPKM level 3 apalagi kita memasuki musim hujan, berpotensi penyebaran Covid-19 bisa lebih cepat. Jadi kami meminta masyarakat berhati-hati, jangan sampai kita mendapatkan gelombang ketiga sebagaimana terjadi di beebrapa negara. Mudah-mudahan Indonesia dan Jakarta kita bisa menurunkan Covid-19,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 1 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Mensesneg: Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet

#2
Gara-gara Vaksin Sinovac Laju Vaksinasi Turun

#3
Az Zikra Sentul Tolak Dijadikan Tempat Reuni 212

#4
Pembatasan Mudik Nataru, 4 Ruas Tol Terapkan Ganjil Genap

#5
Dituding Tidak Menghargai MPR, Ini Jawaban Sri Mulyani

#6
Minions Lewati Ganda Taiwan Lee/Wang

#7
Kota Termahal di Dunia 2021, Posisi Paris Tergeser

#8
Ini Varian-varian Baru Covid-19 yang Mendunia

#9
PA 212 Ngotot Reuni di Patung Kuda, Polisi Tak Beri Izin

#10
BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Taklukkan Unggulan 1

TERKINI


OLAHRAGA | 2 Desember 2021

KESEHATAN | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 2 Desember 2021

EKONOMI | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

BOLA | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021

NASIONAL | 2 Desember 2021