Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

244 SD Kota Bogor Belum PTM, Masih Verifikasi Faktual

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:06 WIB
Oleh : Vento Saudale / EHD
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu, 9 September 2021. Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 1 Citeureup dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMK Kesehatan Annisa.

Bogor, Beritasatu.com - Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor sudah mulai digelar. Sebanyak 244 Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor masih menjalani verifikasi faktual agar dapat melaksanakan uji coba PTM pada gelombang kedua yang rencananya dilakukan kembali pekan depan Senin (25/10/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi, mengatakan, pada gelombang pertama dimulai hari ini, sebanyak 36 sekolah yang telah memenuhi verifikasi faktual dari total 280 SD yang ada di Kota Bogor, terdiri dari 211 SD Negeri dan 69 SD swasta.

Advertisement

“Pekan depan sebanyak 36 SD lagi, dan bertahap hingga semuanya bersekolah, tetapi hanya kelas 4, 5, dan 6. Uji coba istilahnya,” ungkap Hanafi usai PTM, Senin (18/10/2021).

Sedangkan untuk kelas yang berada di bawahnya yakni kelas 1, 2, dan 3 masih melihat perkembangan kasus Covid-19. Tentunya, ketika memungkinkan maka akan melakukan penyesuaian untuk melakukan PTM.

Saat disinggung setiap kelas dibatasi, Hanafi mengaku dalam melaksanakan PTM masih mengacu pada SKB 4 Menteri yang menyebut kapasitas siswa hanya 50 persen dari total siswa per kelas untuk menghindari kerumunan.

“Ya, kan di SKB 4 Menteri maksimal sebanyak-banyaknya 50 persen, sisanya hybrid bagi sekolah yang memiliki, tetapi jika yang tidak punya menyesuaikan,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengupayakan untuk sekolah agar memiliki peralatan untuk hybrid agar ketika guru mengajar di sekolah siswa yang di rumah bisa ikut menyaksikan. Meski demikian, Hanafi menegaskan tidak selamanya efektif melakukan sistem pembelajaran secara hybrid.

Hanafi menekan agar orang tua turut membantu dalam kesuksesan PTM, karena saat ini ketika anak-anak berada di sekolah harus menyesuaikan prokes. Sebab, saat ini mereka tidak dapat beraktivitas normal kembali.

“Anak TK berbeda permasalahanya, SMA berbeda lagi, bisa diatur tetapi kepulanganya belum tentu. Anak SD mereka diantar ke sekolah, tapi jangan sampai orang tuanya menunggu,” ucapnya.

“Di SDN Harjasari tidak ada tadi (orang tua menunggu), artinya ada komunikasi sekolah dengan orang tua. Kita harapkan sekolah berkomunikasi aktif dengan orang tuanya,” tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#2
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#3
Bantuan Logistik Pengungsi Gunung Semeru Dikirim Malam Ini

#4
Mahasiswi Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan Diperiksa

#5
Wapres Resmikan Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

#6
Naik, Jumlah Pasien yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

#7
Soal Omicron, Ilmuwan WHO Minta Dunia Tidak Panik

#8
Hujan Abu dari Gunung Semeru Diprediksi selama 6 Jam

#9
Menparekraf: Wae Rebo Indah

#10
Jokowi Mengaku Dikawal Ketat Bahlil, Urusan Apa?

TERKINI


EKONOMI | 5 Desember 2021

BOLA | 5 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

KESEHATAN | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021