Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Bima Arya: Pemulihan Ekonomi Tertahan Vaksinasi Kabupaten Bogor di Bawah 50%

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:53 WIB
Oleh : Vento Saudale / JAS
Wali Kota Bogor Bima Arya seusai rapat koordinasi Forkompinda di Balai Kota Bogor, Selasa, 10 Agustus 2021

Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya pemulihan ekonomi yang seharusnya sudah memulai pelonggaran PPKM level 2 tertahan lantaran vaksinasi di Kabupaten Bogor belum mencapai 50%.

Bima menyebut, Kota Bogor masuk dalam aglomerasi bersama Kabupaten Bogor, Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan kebijakan penurunan level harus serentak dan saling ketergantungan.

Advertisement

Pada umumnya, kata Bima, pemulihan ekonomi di Kota Bogor sudah membaik dengan ada beberapa kelonggaran atau relaksasi hanya saja diperlukan kembali relaksasi untuk memaksimalkan peningkatan ekonomi.

"Pasar sudah baik, restoran dan kafe. Hanya saja, mal masih sepi karena masih ada pembatasan usia dan belum sepenuhnya fasilitas dibuka," kata Bima, Senin (18/10/2021).

Namun demikian, Bima Arya mengatakan, Pemkot Bogor tidak bisa berbuat banyak lantaran terganjal aturan aglomerasi Jabodetabek untuk kebijakan pelonggaran atau relaksasi guna pemulihan ekonomi.

"Kita masih tergantung instruksi Mendagri, terkait aglomerasi. Kita masih tertahan level 3, karena menyesuaikan dengan (vaksinasi) kabupaten belum 50%, itu aja," Kata Bima Arya.

Menurut Bima, jika dilihat secara terpisah, kondisi Kota Bogor sebenarnya telah jauh membaik dibanding dengan awal pandemi Covid-19. Dengan rata-rata kasus positif baru di bawah 5 kasus dan keterisian tempat tidur atau bed accupancy rate (BOR) mencapai 3%.

Kota Bogor kini hanya mendata terdapat 37 orang yang sakit akibat Covid-19, dari total sekitar 9.000 orang di awal pandemi virus tersebut.

Sebagai bekal menuju pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 pun agar relaksasi ekonomi semakin luas, kata dia, kerja keras bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor untuk menekan angka warga yang positif terinveksi wabah itu telah dilakukan sedemikian cara.

Yakni mengadakan vaksinasi massal, membentuk tim pemburu vaksin dan dibantu kepolisian dalam hal patroli kerumunan.

Kemudian, capaian vaksinasi Kota Bogor diketahui telah jauh melampaui 50% dan pembatasan aktivitas masyarakat dengan protokol kesehatan secara ketat juga telah dilaksanakan.

Sebelumnya, PPKM di Jabodetabek tidak turun ke level 2. Alasannya persentase atau progres vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor masih rendah di bawah 50%.

Padahal, indikator lainnya, sama seperti di wilayah sekitarnya, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit maupun tempat isolasi terpadu (isoter) di Kabupaten Bogor jauh menurun, jika dibandingkan pada bulan Juli lalu.

"Hanya saja, progres vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor 31,9% maka level Kabupaten Bogor dan wilayah aglomerasi lainnya belum turun dan masih di level 3," ucap Bupati Bogor Ade Yasin, Senin, (11/10/2021).

Karena masih rendahnya persentase atau progres vaksinasi Covid-19, mengumpulkan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) untuk melakukan percepatan vaksinasi dari 50.000 ke 70.000 per hari.

"Kami menargetkan, setidaknya 50% masyarakat Kabupaten Bogor sudah tervaksinasi, agar level PPKM turun dan terjadi pemulihan ekonomi masyarakat," sambungnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 8 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Rumini, Korban Semeru yang Jadi Pelindung sang Ibu 

#2
Inmendagri PPKM Luar Jawa-Bali Diterbitkan, Berlaku Hari Ini

#3
Siskaeee Dinilai Kena Kutukan dari Nyi Ageng Serang

#4
Pertemuan Moeldoko dengan Uskup Agung Jakarta Diapresiasi

#5
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Seharian

#6
Sri Safitri Resmi Pimpin Forum Alumni Universitas Telkom

#7
Saksi Sebut Angin Prayitno Sosok Sederhana 

#8
Diduga 4 Alasan Ini Penyebab Dibatalkannya PPKM 3 Nataru

#9
WHO Larang Plasma Konvalesen, Ini Respons Kemenkes

#10
Bali, Banten, dan DKI Jakarta Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

TERKINI


KESEHATAN | 8 Desember 2021

DUNIA | 8 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021

BOLA | 8 Desember 2021

EKONOMI | 8 Desember 2021