Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Digugat Rp 1 Triliun, PSI: Viani Limardi Permalukan Dirinya Sendiri

Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:33 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Viani Limiardi.

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai Viani Limardi mempermalukan dirinya sendiri dengan menggugat partai tersebut senilai Rp 1 triliun. PSI menyatakan siap menghadapi gugatan Viani atas pemecatannya sebagai kader partai sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta.

Sekretaris DPW PSI DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina mengingatkan pemecatan terhadap Viani tidak dilakukan sepihak. Proses pemecatan, katanya, telah melewati proses evaluasi panjang mulai dari DPW PSI DKI Jakarta, Direktorat Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif PSI, Tim Pencari Fakta (TPF), dan DPP PSI, termasuk meminta keterangan langsung dari Viani.

Advertisement

"Kami punya bukti-bukti kuat sebagai dasar pemecatan. Dengan menggugat ke pengadilan sebenarnya Viani hanya akan semakin mempermalukan dirinya sendiri. Sudah cukup selama ini dia mempermalukan PSI dengan bertindak arogan,” ujar Elva di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

PSI, kata Elva, menanggapi baik pengajuan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut. Proses pengadilan ini diharapkan akan mengakhiri perang opini di media sosial yang hanya membuat kebingungan di masyarakat. Elva memastikan PSI akan hadir dan mengikuti seluruh proses pengadilan.

“Kami terus menjaga integritas di PSI baik kader maupun anggota legislatif. Hadir bekerja untuk masyarakat dan jauh dari sifat arogan. Semua kader PSI bahkan anggota legislatif pun harus siap diawasi dan berani bertanggungjawab,” pungkas Elva.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta Viani Limardi merasa pemecatan dirinya dari PSI dengan alasan penggelembungan dana reses adalah sebuah kejahatan dengan maksud membunuh karakternya. Pembunuhan karakter, kata Viani, telah merusak citranya, keluarga besar dan merugikan dirinya yang selama ini ikut membesarkan PSI di DKI Jakarta.

”Ini telah merugikan karir saya, nama keluarga besar saya, termasuk warga DKI Jakarta. Tudingan penggelembungan dana reses merupakan fitnah yang tidak bisa dibiarkan," ujar Viani Limardi dalam keterangannya, Rabu (20/10/2021).

Karena itu, kata Viani, hal yan wajar jika dirinya melanjutkan persoalan ini ke jalur hukum. Viani menegaskan keseriusannya dan tidak hanya gertak sambal. Gugatan yang ditujukan ke PSI telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Karena ini upaya merusak karier politik saya, maka saya tidak tinggal diam, kita tempuh jalur hukum,” tegasnya.

Dalam lampiran berkas gugatannya, Viani Limardi menggugat Rp1 triliun kepada kepada Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pembina dan Dewan Pimpinan Wilayah PSI. Gugatan teregistrasi dengan nomor: PN JKT.PST-102021KJM tertanggal 19 Oktober 21.

Viani mengaku sebenarnya tidak ingin menempuh langkah hukum tersebut. Namun, kata dia, tudingan penggelembungan dana reses benar-benar menyakiti perasaannya.

”Saya taat hukum. Apa yang menjadi kewajiban akan saya laksanakan. Begitu pula dengan hak. Sebagai warga negara sama-sama kita patuhi hukum dan UU yang berlaku,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Viani berharap gugatan tersebut bisa memunculkan keadilan dan kebenaran bisa terungkap. Viani juga memastikan tidak akan mundur dari langkah hukum tersebut.

”Saya tidak akan mundur selangkah pun. ini sudah menyangkut nama baik saya, karier politik dan keluarga saya. Kita buktikan di persidangan. Semoga Tuhan beserta kita dan kebenaran bisa terbuka," tegas Viani.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DIGITAL | 27 November 2021