Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Aipda Ambarita, dari Bekerja di Perusahaan Cat hingga Jadi Polisi yang Ditakuti Penjahat Jalanan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:40 WIB
Oleh : Chairul Fikri / BW
Aipda Monang Parlindungan Ambarita (tengah).

Jakarta, Beritasatu.com - Aipda Monang Parlindungan Ambarita tengah menjadi bahan perbincangan di media sosial. Nama Ambarita belakangan viral karena video penolakan pemeriksaan handphone seorang pemuda saat diberhentikan anggota Raimas Backbone Sabhara Polres Metro Jakarta Timur. Video itu kemudian menyebabkan dia dipindah ke Bidang Humas Polda Metro Jaya.

Kiprah Ambarita bersama tim Raimas Backbone yang dipimpinnya sudah mulai mendapat tempat spesial di hati masyarakat, khususnya yang tinggal di Jakarta Timur, yang menjadi wilayah operasinya.

Advertisement

Ambarita lulus SMA pada 1995. Ia ingin menjadi anggota TNI dengan mendaftar di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Namun, hingga sampai tes terakhir, dia dinyatakan tak lolos. Tawaran menjadi bintara Kostrad ditolaknya saat itu, karena akan mencoba pada tahun depan.

"Tahun 1996 saya kebetulan daftar lagi. Tetapi di tahun itu ternyata tes kesehatan saya gagal karena berat badan saya kelebihan. Dan pergilah saya ke Jakarta, tetapi tidak untuk kuliah karena memang saya tidak mau kuliah," tutur Aipda Ambarita dalam akun media sosialnya.

Saat tiba di Jakarta, Ambarita sempat mengubur keinginannya sebagai anggota TNI dan Polri lantaran bekerja di perusahaan cat di Ancol, Jakarta Utara. Dia ditempatkan di laboratorium dan bertugas membuat sampel warna. Saat krisis moneter 1997, Ambarita harus rela kehilangan pekerjaannya karena perusahaannya bangkrut.

"Saat menganggur, saya main ke Blok M dan saya melihat ada banner Dikmaba PK Polri tahun 1998-1999. Dari situ, asa saya menjadi anggota TNI/Polri muncul lagi dan saya mencoba lagi. Dan Puji Tuhan akhirnya dinyatakan lulus. Pertama kali menjalani pendidikan di Mojokerto, Jawa Timur. Dan saat penugasan, saya ditempatkan di Divisi Sabhara Polres Jakarta Timur," lanjutnya.

30 Anggota
Pada 2017, Ambarita ditugaskan memimpin Raimas Backbone yang menjadi tim pengurai massa Polres Jakarta Timur. Dia memimpin 30 anggota saat itu. Kiprahnya sebagai polisi makin moncer ketika kerap masuk dalam sebuah acara di salah stasiun televise swasta. Kiprahnya saat berpatroli di wilayah Jakarta Timur mendapatkan dukungan dari masyarakat. Selain tegas dalam bertugas, Ambarita juga kerap mengungkapkan kalimat-kalimat lucu saat melaksanakan patroli.

Bahkan, tak jarang aksi kejahatan jalanan di Jakarta Timur mulai berkurang dengan seringnya Ambarita dan tim Raimas Backbone melaksanakan patroli. Tak jarang aksi kejahatan terungkap saat Ambarita dan timnya melakukan operasi. Dan itu yang diaplikasikannya dalam akun Raimas Backbone Official.

"Saat ini, akun youtube Raimas Backbone Official punya subscribe mencapai 1,39 juta. Namun bukan itu yang kita kejar karena kita ingin Jakarta Timur bebas dari aksi kejahatan yang biasanya dimulai dari jalanan. Karena Raimas Backbone tugas utamanya mengurai, membubarkan, dan melokalisasi massa yang melakukan tindakan perusakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," terangnya.

Namun, karena viralnya video itu, kini kiprah Ambarita sebagai komandan di Raimas Backbone Polres Jakarta Timur harus terhenti lantaran dimutasi ke Bidang Humas Polda Metro Jaya. Meski kini telah berpindah tugas, Ambarita tetap menyatakan patuh atas perintah atasannya dan siap menjalankan tugas di tempat barunya.

"Saya sebagai anggota polisi tetap satya haprabu (setia kepada pimpinan negara). Saya siap bekerja di tempat baru dan saya akan lakoni karena saya sebagai anggota Polri harus siap di mana pun saya ditempatkan," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 7 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 6 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 6 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 6 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 6 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 6 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 6 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 6 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 6 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 6 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Epidemiolog UI: Kecil Kemungkinan Gelombang Ketiga Terjadi

#2
Investor Milenial Gemar Koleksi Saham di Sektor Finansial

#3
Massindo Group Ekspansi Bisnis ke Kalimantan Barat

#4
Novel Baswedan Dkk Bersedia Jadi ASN Polri

#5
Presiden 2024, Arief Poyuono Masih Yakini Ramalan Jayabaya

#6
Petinggi Transjakarta Disebut Rapat Sambil Nonton Striptis

#7
Update Covid-19: Hati-hati, Kasus Positif Terus Bertambah

#8
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Seharian

#9
Vaksinasi Meningkat, PPKM Level 3 Tak Diterapkan Merata

#10
Aung San Suu Kyi Divonis 4 Tahun Penjara

TERKINI


NASIONAL | 7 Desember 2021

DUNIA | 7 Desember 2021

OLAHRAGA | 7 Desember 2021

NASIONAL | 7 Desember 2021

EKONOMI | 7 Desember 2021

BOLA | 7 Desember 2021

EKONOMI | 7 Desember 2021

KESEHATAN | 7 Desember 2021

EKONOMI | 7 Desember 2021

OLAHRAGA | 7 Desember 2021