Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Banting Mahasiswa, Oknum Polisi di Tangerang Dihukum Berat

Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:55 WIB
Oleh : Chairul Fikri / BW
Seorang polisi membanting keras mahasiswa saat demo di Kabupaten Tangerang, Rabu 13 Oktober 2021.

Serang, Beritasatu.com - Brigadir NP, yang membanting mahasiswa berinisial MFA yang demo di depan Gedung Bupati Tangerang diputus bersalah. Ia diberi sanksi berat sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Sanksi diberikan seusai Brigadir NP menjalani sidang etik yang digelar Bid Propam Polda Banten yang langsung disupervisi oleh Divisi Propam Mabes Polri di Mapolda Banten, Kamis (21/10/2021).

Advertisement

"Terhadap Brigadir NP telah dengan sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran aturan disiplin anggota Polri, Brigadir NP diberi sanksi terberat secara berlapis mulai dari penahanan di tempat khusus selama 21 hari, mutasi yang bersifat demosi menjadi Bintara Polresta Tangerang tanpa jabatan, dan memberikan teguran tertulis yang secara administrasi akan mengakibatkan Brigadir NP tertunda dalam kenaikan pangkat dan terkendala untuk mengikuti pendidikan lanjutan," ucap Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga dalam keterangan persnya.

Ditambahkan Shinto, alasan sanksi tersebut dilakukan lantaran Brigadir NP dianggap telah bersalah dan melakukan pelanggaran sesuai SOP dalam pengamanan aksi demonstrasi yang dilakukan kepolisian.

"Yang meringankan Brigadir NP sehingga hanya dijatuhi hukuman itu adalah Brigadir NP mengakui dan menyesali perbuatannya, bahkan meminta maaf secara langsung kepada korban, Brigadir NP sudah 12 tahun mengabdi tanpa pernah dihukum disiplin, kode etik juga pidana, Brigadir NP aktif dalam pengungkapan perkara atensi publik seperti kejahatan jalanan, dan pembunuhan, Brigadir NP memiliki istri dengan tiga orang anak, dan Brigadir NP masih relatif muda," lanjutnya.

Namun, Brigadir NP bisa diajukan ke jalur pidana bila memang korban MFA melaporkan tindakan Brigadir NP ke kepolisian.

"Kalau memang korbannya sendiri melapor dan mengajukan pidana maka kita akan proses pidananya. Namun demikian tadi yang bersangkutan (korban MFA) bilang akan pikir-pikir dulu ya kita tunggu," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

OTOMOTIF | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021