Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tetap Waspada, Begini Situasi Kasus Covid-19 di Jakarta

Minggu, 28 November 2021 | 13:19 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JEM
Ilustrasi Covid-19.

Jakarta, Beritasatu.com - Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 selama 4 pekan, mulai dari 2 November 2021 lalu dan perpanjangan PPKM level 1 akan berakhir besok, 29 November 2021. Meskipun hampir semua tempat dan aktivitas sudah dilonggorkan bahkan sudah kembali normal, kondisi pandemi Covid-19 di Jakarta masih terkendali.

Hal ini tidak terlepas dari tingginya laju dan cakupan vaksinasi Covid-19, pemanfaatan teknologi seperti aplikasi PeduliLindungi dan JAKI sebagai sarana skrining di berbagai tempat, kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan masih tinggi serta pengawasan ketat dari pemerintah, aparat, dan satgas masing-masing perusahaan atau perkontaran untuk memastikan pegawai, karyawan dan pengunjungnya disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Advertisement

Di tengah situasi seperti ini, Pemprov DKI minta masyarakat dan semua pihak tidak euforia, tetap waspada dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan serta menjalankan aturan PPKM level 1 secara bertanggung jawab. Wartawan Beritasatu.com merangkum situasi Covid-19 selama 4 pekan penerapan PPKM level 1 di Jakarta.

1. Kasus aktif Covid-19

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per 27 November, jumlah kasus aktif Covid-19 tersisa 456 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 orang yang masih dirawat di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 252 warga yang masih menjalankan isolasi mandiri.

Jumlah kasus aktif ini menurun sebanyak 50 kasus dibandingkan kasus aktif pada satu pekan sebelum, yakni pada 20 November. Pada saat itu, kasus aktifnya berada di angka 506 kasus. Jika dibandingkan pada 2 pekan sebelumnya, pada 13 November, kasus aktifnya turun sebanyak 255 kasus karena pada saat itu kasus aktif berada di angka 711 kasus. Sementara 3 pekan sebelumnya, 6 November, kasus aktif Covid-19 di Jakarta berada di angka 879 kasus.

Dengan data tersebut menunjukkan bahwa kasus aktif Covid-19 di Jakarta menunjukkan tren menurun. Selain itu, jumlah kasus aktif Covid-19 saat ini juga terhitung kecil atau tidak mencapai 0,1% jika dibandingkan kasus konfirmasi positif Covid-19 secara total di Jakarta yang mencapai 863.811 kasus.

Jumlah kasus aktif juga telah turun tajam sebanyak 112.682 atau turun 247 kali lipat dibandingkan puncak kasus aktif di Ibu Kota yang terjadi pada 16 Juli 2021 lalu. Pada saat itu, jumlah kasus aktif mencapai angka 113.138 kasus dengan perincian 88.295 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi dan sebanyak 24.843 pasien Covid-19 yang dirawat.

2. Kasus positif Covid-19 harian

Penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta selama sepekan terakhir (21-27 November) juga relatif stabil dan fluktuatif. Dalam pekan ini, total kasus positif Covid-19 sebanyak 446 kasus atau rata-rata sehari penambahan kasus positifnya sebanyak 63 kasus. Jika dibandingkan satu pekan sebelumnya (14-20 November), jumlah kasus positif Covid-19 berkurang sebanyak 202 kasus. Total kasus positif Covid pada pekan 14-20 November sebanyak 648 kasus atau rata-rata penambahan 92 kasus dalam sehari.

Sementara pada pekan 7-13 November, jumlah kasus positif sebanyak 567 kasus atau rata-rata kasus harian sebanyak 81 kasus. Lalu pada pekan 31 Oktober hingga 6 November, jumlah kasus positif sebanyak 703 kasus atau rata-rata 100 kasus sehari.

Padahal, jumlah tes swab PCR per pekan di Jakarta sangat tinggi, 10 kali lipat lebih dari standar yang ditetapkan WHO di mana WHO menetapkan standar minimum tes PCR per minggu di Jakarta sebanyak 10.645 orang. Contohnya, dalam sepekan terakhir, sebanyak 103.298 orang dites PCR di Jakarta. Artinya, jumlah tes PCR hampir 10 kali lipat dari standar WHO. Testing yang tinggi sangat penting agar bisa memberikan gambaran kondisi yang mendekat kenyataan sesungguhnya terkait penyebaran Covid-19.

3. Kasus kematian akibat Covid-19

Kasus kematian akibat Covid-19 juga relatif terkendali. Rata-rata tingkat kematian dalam 4 pekan terakhir di bawah angka 1 persen. Pada pekan ini, hanya 2 orang yang meninggal akibat Covid-19. Sementara satu pekan sebelumnya, 14-20 November, jumlah yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 7 orang. Lalu, jumlah yang meninggal pada pekan 7-13 November, sebanyak 1 orang dan dan pada pekan 31 Oktober hingga 6 November, yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 5 orang.

Sedangkan, total keseluruhan pasien Covid-19 yang meninggal dunia hingga saat ini sebanyak 13.576 orang. Jumlah ini sebanyak 1,6% dari kasus konfirmasi positif Covid-19 secara total di Jakarta yang mencapai 863.811 kasus. Rendahnya kematian ini tidak terlepas dari efektivitas kerja vaksinasi dan pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

4. Kasus sembuh dari Covid-19

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jakarta sangat tinggi. Secara total, tingkat kesembuhan di Jakarta mencapai angka 98,4% atau sebanyak 849.779 orang telah sembuh dari jumlah total kansus terkonfirmasi positif Covid-19 yang hingga saat ini mencapai angka sebanyak 863.811 kasus.

Dalam sepekan terakhir, 21-27 November, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 514 orang atau rata-rata yang sembuh dalam sehari sebanyak 73 orang. Jumlah yang sembuh ini sedikit menurun jika dibandingkan pada 2 pekan sebelumnya, yakni pada 14-20 November. Pada saat itu, jumlah yang sembuh sebanyak 864 orang atau rata-rata yang sembuh dalam sehari sebanyak 123 orang.

Sementara pada pekan 7-13 November, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 743 orang atau 106 orang yang sembuh dalam sehari. Jumlah yang sama juga terjadi pada pekan 31 Oktober hingga 6 November, yakn jumlah yang sembuh sebanyak 743 orang.

5. BOR Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Tingkat keterisian tempat tidur isolasi dan ICU di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 cenderung menurun dalam 4 pekan terakhir. Hal ini menunjukkan, tidak adanya lonjakan pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan pada 4 pekan terakhir ini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, BOR tempat tidur isolasi dalam 4 pekan terakhir konsisten berada di angka 4%. Namun, kapasitasnya tempat tidurnya terus menurun dan dialihkan untuk melayani pasien non-Covid-19. Pada 21 November, BOR tempat tidur isolasi berada di angka 4% atau terisi 185 pasien dari kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 4.256 bed.

Tiga pekan sebelumnya BOR-nya tetap 4%, namun kapasitasnya terus menurun, yakni pada 14 November, terisi 172 dari kapasitas 4.337 bed, lalu 7 November terisi 200 dari kapasitas 4.557 bed dan 31 Oktober terisi 202 dari kapasitas 4.745 bed.

Sementara BOR tempat tidur ICU cenderun menurun di mana pada 21 November berada di angka 6% atau terisi 42 dari kapasitas 675 bed, pada 14 November berada di angka 10% atau terisi 74 dari kapasitas 707 bed. Lalu, pada 7 November, BOR tempat ICU berada di angka 10% di mana terisi 69 dari kapasitas 707 bed dan pada 31 Oktober berada di angka 12% atau terisi 89 dari kapasitas 739 bed.

Data perkembangan BOR isolasi dan ICU:

Tanggal 21 November:

- Jumlah tempat tidur isolasi 4.256 bed, terisi 185 (BOR 4%).

- Jumlah tempat tidur ICU 675 bed, terisi 42 (BOR 6%).

Tanggal 14 November:

- Jumlah tempat tidur isolasi 4.337 bed, terisi 172 (BOR 4%).

- Jumlah tempat tidur ICU 707 bed, terisi 74 (BOR 10%).

Tanggal 7 November:

- Jumlah tempat tidur isolasi 4.557 bed, terisi 200 (BOR 4%).

- Jumlah tempat tidur ICU 707 bed, terisi 69 (BOR 10%).

Tanggal 31 Oktober:

- Jumlah tempat tidur isolasi 4.745 bed, terisi 202 (BOR 4%).

- Jumlah tempat tidur ICU 739 bed, terisi 89 (BOR 12%).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
IKN Sah Jadi Undang-Undang

#2
Ini Tanggapan Ahli Psikologi Forensik atas Vonis Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

#3
Fraksi PKS Tolak RUU IKN, Ini Alasannya

#4
Studi: Dosis Keempat Vaksin Pfizer Gagal Tangkal Omicron

#5
KPK Ingatkan para Saksi Kasus Korupsi Bekasi untuk Kooperatif

#6
Sanksi Segera Dicabut, Merah Putih Siap Berkibar Kembali pada Februari 2022

#7
Bisnis Tabung Tanah, Ustaz Yusuf Mansur Digugat Rp 560 Juta

#8
Survei LSI: Golkar dan Airlangga Berperan Penting Pulihkan Ekonomi

#9
Bila Tak Jadi Ibu Kota Negara, Seperti Apa Jakarta? Ini Jawaban Wagub DKI

#10
Koleksi NFT Pertama Mobile Legends: Bang Bang Hadir di NFT Binance

TERKINI


OLAHRAGA | 19 Januari 2022

BOLA | 19 Januari 2022

BOLA | 19 Januari 2022

OLAHRAGA | 19 Januari 2022

BERITA GRAFIK | 18 Januari 2022

BERITA GRAFIK | 18 Januari 2022

BERITA GRAFIK | 18 Januari 2022

BERITA GRAFIK | 18 Januari 2022

BOLA | 18 Januari 2022

BERITA GRAFIK | 18 Januari 2022