Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

BNPT Ajak Warga Samakan Persepsi Agama Tak Terkait Terorisme

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:55 WIB
Oleh : BW
Direktur Pencegahan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid.

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid mengajak warga Indonesia untuk menyamakan persepsi bahwa agama tidak berkaitan dengan radikalisme dan terorisme.

"Ini yang kita harus samakan persepsi, terorisme, dan radikalisme yang mengatasnamakan agama sejatinya adalah fitnah," ucap R Ahmad Nurwakhid dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).

Advertisement

Imbauan tersebut dikemukakannya saat memberikan sambutan dalam acara "Anugerah Indonesia Damai 2021" yang diselenggarakan Sub-Direktorat (Subdit) Pemberdayaan Masyarakat BNPT bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dari 32 provinsi se-Indonesia, di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Menurut Nurwakhid, salah satu akar masalah terorisme adalah ideologi yang menyimpang.

Ideologi yang menjadi motif radikalisme dan terorisme itu, lanjut Nurwakhid, dipicu oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah politisasi agama, ekonomi, rasa kebencian, dendam, ketidakpuasan, dan pemahaman agama yang keliru.

Dalam acara tersebut, Nurwakhid juga mengumumkan para pemenang rangkaian lomba yang diadakan BNPT dan FKPT, mulai dari lomba video kreatif, guru pelopor moderasi beragama di sekolah, microblog, dan infografis.

Kemudian, ia mengapresiasi semangat dan antusiasme para peserta karena telah mengumpulkan ribuan karya yang meliputi 3.509 karya dari lomba guru pelopor moderasi beragama, 3.654 microblog dan infografis, 1.073 video kreatif, dan 198 karya tulis.

Kontribusi para peserta melalui karya, ujar Nurwakhid, dapat menjadi masukan untuk mencegah tumbuhnya paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Karya-karya itu dapat dibagikan di media sosial sebagai kontra narasi melawan konten-konten radikalisme yang ada.

Menurutnya, mendominasi media sosial dengan konten-konten kebangsaan dan nasionalisme merupakan salah satu cara utama yang bisa dilakukan oleh peserta, bahkan masyarakat Indonesia untuk melawan terorisme dan radikalisme di daerahnya masing-masing.

"Akar masalah terorisme dan radikalisme di setiap daerah tidak sama karena yang mengetahui persis adalah masyarakat provinsi tersebut," tutur R Ahmad Nurwakhid.

Juara lomba guru pelopor moderasi beragama:
No Juara Nama Asal Sekolah
1. Juara 1 Asep S SMPN 1 Cirebon
2. Juara 2 Fatah Amin MI KHadijah Malang
3. Juara 3 Bakri SMK Yapim Manado



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#3
Seluruh Pulau Berguncang, Letusan Gunung Tonga seperti Bom Atom

#4
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#5
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#6
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#7
Polri: Peralihan Pelat Nomor Kendaraan Hitam ke Putih Tahun 2022

#8
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#9
Menkes: Waspada Penularan Omicron

#10
Kasus Covid-19 Kota Bogor Bertambah 2 Kali Lipat

TERKINI


DUNIA | 22 Januari 2022

EKONOMI | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

DUNIA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

GAYA HIDUP | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022