Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sepi, Rumah Duka Korban Penembakan Exit Tol Bintaro

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:10 WIB
Oleh : Mikael Niman / CAR
Rumah duka korban penembakan, Poltak Pasaribu, di Perumahan Pesona Gading Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, tampak sepi, pada Rabu, 1 Desember 2021.

Bekasi, Beritasatu.com – Rumah duka korban penembakan Poltak Pasaribu (43) di Perumahan Pesona Gading, Kelurahan Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, tampak sepi. Poltak Pasaribu telah dimakamkan di kampung halamannya, Medan, Sumatera Utara. Sementara, tiga orang penghuni rumah lainnya, yakni istri serta dua anaknya, masih berduka dan belum kembali ke Perumahan Pesona Gading, Cibitung.

“Sudah sepi sejak Minggu malam, saat jenazah datang dan langsung dibawa ke Medan bersama keluarga,” kata tetangga Poltak, Eko Prasetyo, Rabu (1/12/2021).

Advertisement

Poltak Pasaribu menjadi salah satu korban penembakan di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) exit Bintaro, Jakarta Selatan, (27/11/2021) pukul 00.30 WIB. Saat itu, Poltak Pasaribu bersama dua rekannya, yakni M Aruan (60) dan Parsaoran G Munthe (43) ditembak oleh oknum polisi di depan kantor PJR Induk IV Bintaro.

Poltak Pasaribu mengalami luka tembak di bagian perut dan sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun, pada Minggu (28/11/2021), dinyatakan meninggal dunia. Sementara, M Aruan mengalami luka di bagian punggung masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Menurut Eko, almarhum Poltak Pasaribu bekerja sebagai pegawai swasta di pabrik pembuatan baja, di wilayah Cibitung, Kabupaten Bekasi. “Beliau bekerja di PT Garuda Cibitung, sudah 16 tahun lebih,” kata Eko.

Setiap hari kerja, kata Eko, almarhum berangkat dari rumahnya. “Dengar-dengar, dalam beberapa minggu belakangan ini, beliau ingin berhenti bekerja,” tuturnya.

Dia pun tak tahu persis peristiwa yang menyebabkan tetangganya ini mengalami penembakan hingga meninggal dunia. Meski begitu, katanya, pihak keluarga besar berencana mengawal kasus ini hingga ke pengadilan. “Keluarga besar mereka, ikut persatuan orang Batak, sepertinya akan mengawal kasus ini,” pungkasnya.

Pantauan Beritasatu.com di lokasi, masih berjajar bangku plastik serta tenda terpal masih dipasang di depan rumah duka.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Hindari Ancaman Tsunami, Raja Tonga Dievakuasi

#2
Kabar Baik! Jokowi Setujui Perpanjangan PPnBM Mobil

#3
Akibat Letusan Gunung di Tonga, Pantai Jepang Dihantam Tsunami

#4
Pelabuhan Kedindi Reo Dinilai Layak Jadi Pelabuhan Export Terbesar Kedua di NTT

#5
Setelah Omicron, Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan

#6
Mengenal NFT dan Cara Menjualnya di Opensea

#7
Kapolda Buka Balap Jalanan di Ancol

#8
Lansia Dapat Disuntik Vaksin Booster Tanpa Tiket Undangan dari PeduliLindungi

#9
KPU Usulkan Pemilu 21 Februari 2024

#10
Kepala Jordan Terkena Lemparan Suporter, Real Betis vs Sevilla Dihentikan

TERKINI


BOLA | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

KESEHATAN | 17 Januari 2022

BOLA | 17 Januari 2022

NASIONAL | 17 Januari 2022

EKONOMI | 17 Januari 2022

NASIONAL | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022

OLAHRAGA | 16 Januari 2022