Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Covid-19 Kota Bogor Bertambah 2 Kali Lipat

Jumat, 21 Januari 2022 | 20:17 WIB
Oleh : Vento Saudale / WM
Ilustrasi pasien Covid-19.

Bogor, Beritasatu.com - Satgas Covid-19 Kota Bogor melaporkan 16 kasus baru pasien Covid-19, Jumat (21/1/2022). Jumlah penambahan itu, 2 kali lipat dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Bogor, Jumat (21/1/2022) sore, dilaporkan 16 kasus baru, nol pasien sembuh, dan nol kasus positif meninggal.

Dengan penambahan kasus baru itu, total pasien positif yang dirawat mencapai 47 orang, 529 pasien positif meninggal, dan 37.167 pasien positif telah sembuh.

Sementara, dilaporkan pada Kamis (20/1/2022) 12 kasus baru, 2 kasus sembuh, dan nol kasus meninggal. Rabu (19/1/2022) 11 kasus baru, 1 meninggal, dan nol kasus sembuh.

Sedangkan, beberapa hari sebelumnya, Selasa (18/1/2022) dilaporkan hanya ada penambahan 2 kasus baru, 1 kasus meninggal, dan nol pasien positif sembuh. Senin (17/1/2022) dilaporkan, dilaporkan tidak ada penambahan kasus, baik kasus positif baru, meninggal atau sembuh.

Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengakui bila terjadi lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir. Pun demikian, ia menyebut belum ditemukan dari 47 pasien itu positif terpapar Covid-19 varian Omicron.

"Belum ada laporan Omicron," Retno mengonfirmasi Jumat malam.

Ia menambahkan, melonjaknya kasus disumbang dari klaster keluarga.

"Terpapar dari orang OTG menularkan ke anggota keluarga lain," tambah Retno.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaktivasi kembali RW Siaga di setiap kelurahan.

Bima Arya mengatakan, Kota Bogor sudah memiliki sistem yang sangat rapi turun dari tingkat kota sampai ke bawah. Pihaknya ingin sistem ini dijaga.

"Kita amati, kalau merambah naik kita harus siaga. Disitu RW siaga, pengurai massa, pengurai kerumunan kita aktivasi," tegasnya dalam arahannya saat Apel Siaga pekan lalu .

Ia mencontohkan, sebut saja harus siap siaga dan waspada, memastikan tidak ada kerumunan internal, memakai masker, mekanisme koordinasi rapi, serta meminta camat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan puskesmas jika ada gejala peningkatan, apalagi kalau ada klaster harus bergerak sangat cepat.

"Di Bogor yang harus diwaspadai menjelang Februari nanti. Kita koordinasikan supaya tidak menimbulkan kasus lonjakan. Kalau sudah ada kenaikan berarti positif lonjakannya," imbuhnya.

Kota Bogor juga sudah mempersiapkan pusat isolasi sejak ada indikasi lonjakan Omicron Rumah Sakit pun sudah bersiap mengonversi bed-nya untuk Covid-19, pusat isolasi di Ciawi pun sudah disiapkan, termasuk Rumah Sakit Lapangan



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI