Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

5 Anak Dicabuli, Rumah Guru Ngaji di Bogor Dirusak Warga

Minggu, 23 Januari 2022 | 17:11 WIB
Oleh : Vento Saudale / FFS
Ilustrasi pelecehan seksual.

Bogor, Beritasatu.com - Warga Situ Daun, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor merusak Rumah ES (54) seorang guru mengaji yang diduga mencabuli lima anak muridnya. Hal ini terjadi karena warga geram dan marah dengan perilaku ES.

Kepala Desa (Kades) Situ Daun, Muhamad Jai mengatakan kasus ini terungkap dari adanya keluhan seorang murid atau korban kepada orang tuanya.

Mendengar pengakuan anaknya, orang tua tersebut melaporkan dugaan pencabulan tersebut kepada pihak rukun tetangga (RT) setempat. Rupanya, dari laporan itu, terdapat lima anak yang juga mendapat perlakuan sama di tempat mereka belajar mengaji.

Warga yang mendengar kabar itu pun berbondong-bondong mendatangi rumah ES pada Rabu (19/1/2022) malam. Mereka geram hingga sempat merusak rumah guru ngaji tersebut.

"Kejadiannya baru ini, sempat digeruduk massa dan alhamdulillah tidak sempat terjadi pemukulan," ujar Jai dihubungi Beritasatu.com, Minggu (23/1/2022).

Jai menyebutkan ES diduga telah mencabuli lima anak muridnya yang rata-rata perempuan berusia 9-11 tahun di rumahnya atau tempatnya mengajar mengaji.

"Pengakuan guru ngajinya pasti membantah, tapi, ada kan keterangan santrinya. Walaupun belum terlalu jauh, tapi mungkin masuk kategori pelecehan," ungkapnya.

Hingga kini, kata Jai, sejumlah orang tua telah melaporkan kasus ini ke Polres Bogor. Polisi juga sudah mengamankan ES untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Bogor, menangkap oknum guru ngaji yang diduga mencabuli lima muridnya di Desa Situ Daun, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Guru mengaji berinisial ES (54) ini tengah diperiksa oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengatakan bahwa laporan dugaan pencabulan tersebut sudah diterimanya.

"(Pelaku sudah diamankan) Benar, laporan juga sudah diterima," kata Siswo.

Siswo menyampaikan sampai saat ini pihaknya masih belum mengetahui hasil dari pemeriksaan terhadap ES. Yang jelas, tegas Siswo, ES sudah diamankan atas dugaan pencabulan terhadap anak usia 9-11 tahun.

"Masih proses, mohon waktunya, nanti hasilnya bakal disampaikan," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI