Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Warga Bogor Didorong Kembangkan Tanaman Obat dan Jamu

Senin, 24 Januari 2022 | 05:57 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor mendapat pelatihan pembuatan tanaman obat keluarga (Toga) dan jamu dari Universitas Pancasila, Jakarta pada 22-23 Januari 2022.

Bogor, Beritasatu.com - Masyarakat di Kabupaten Bogor didorong mengembangkan tanaman obat keluarga dan jamu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Hal itu menjadi salah satu tujuan program pengabdian kepada masyarakat (PKM), Universitas Pancasila Jakarta dari Fakultas Farmasi (FF) khususnya Program Studi Doktor Ilmu Farmasi (PSDIF) dan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom). PKM dilakukan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor dengan topik “Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Desa Gunung Sari dalam Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Jamu yang Baik” pada akhir pekan lalu, 22-23 Januari 2022.

Ketua PSDIF Prof. Dr. apt. Syamsudin, M.Biomed mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk integrasi Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan PKM."Dengan kegiatan ini, diharapkan warga Desa Gunung Sari dapat memanfaakan bahan herbal untuk pengobatan sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat," kata dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Senin (24/1/2022).

Dia mengatakan pada program pembuatan tanaman obat keluarga, warga di Desa Gunung Sari didorong memanfaatkan tanaman di lingkungannya. "Manfaat tanaman obat sebagai pencegahan penyakit, bernilai estetika, murah, mudah didapat dan menambah keasrian lingkungan," kata dia.

Adapun bibit yang ditanam di antaranya tanaman ciplukan, kunyit, jahe, sereh, bangle, temulawak, lengkuas dan kapulaga.

Ketua Pelaksana PKM Greesty Finotory Swandiny menyampaikan dukungannya untuk membantu program kesehatan dan kesejahteraan keluarga. "Langkah ini dimulai dari lingkungan tempat tinggal dengan tanaman obat sebagai budaya bangsa, selanjutnya dapat dimanfaatkan menjadi obat berbahan dasar dari alam," kata dia.

Adapun pelatihan pembuatan jamu diberikan oleh Sukamto, S.Pd, pakar herbal pendiri Guru Racik dari Yogyakarta. Sukamto mengatakan pandemi Covid-19 menjadi momentum penggunaan empon-empon atau rimpang untuk memelihara kesehatan tubuh. Dia berharap masyarakat lebih memilih menggunakan obat herbal atau obat dari bahan alam karena lebih murah serta relatif lebih aman dibanding obat kimia. "Program ini diharapkan membantu warga mengetahui pengolahan bahan alam seperti rimpang temulawak, jahe, kunyit dan kencur menjadi jamu instan yang dikemas menarik," kata dia.

Pada kesempatan ini Ketua PKK Desa Gunung Sari Mahda Hermansyah menyambut positif kehadiran tim pengabdian dari Universitas Pancasila dengan program penanaman Toga. Selama ini kata dia, warganya baru memanfaatkan tanam obat keluarga sebagai bumbu dapur sehingga belum memperoleh nilai ekonomi optimal. "Kegiatan ini sangat edukatif sehingga membantu kader PKK untuk mandiri membuat jamu instan," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI