Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Arteria Dahlan Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kamis, 27 Januari 2022 | 21:24 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / FFS
Warga yang tergabung dalam Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat berunjuk rasa di depan gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Januari 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Jawa Barat (Jabar) telah melimpahkan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan terhadap masyarakat Sunda ke Polda Metro Jaya.

Diketahui, Majelis Adat Sunda membuat laporan terhadap Arteria ke Polda Jawa Barat pada Kamis (20/1/2022) terkait pernyataan Arteria yang meminta pencopotan seorang kepala kejaksaan tinggi karena menggunakan bahasa Sunda saat rapat.

"Iya sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya pada Senin, 25 Januari 2022," kata Kabid Humas Polda Metro Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo saat dihubungi, Kamis (27/1/2022).

Dikatakan Ibrahim, pelimpahan kasus tersebut dilakukan karena tempat terjadinya perkara berada di wilayah Jakarta yang menjadi wewenang Polda Metro Jaya.

"Pertimbangannya TKP di Jakarta," ucapnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan enggan berkomentar ketika ditanya oleh wartawan terkait pelimpahan kasus tersebut.

Sebagai informasi, Saat rapat kerja Komisi III DPR dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung DPR pada Senin (17/1/2022) lalu, Arteria Dahlan menyampaikan laporan terkait adanya kepala kejaksaan tinggi (kajati) yang berbicara dengan berbahasa Sunda di suatu forum rapat. Dia meminta agar kajati tersebut diganti.

“Ada kajati dalam rapat, dalam raker (rapat kerja), itu ngomong pakai bahasa Sunda. Ganti Pak,” kata Arteria.

Meski demikian, Arteria tidak menyebutkan nama kajati dari daerah mana yang dilaporkannya tersebut. Dia hanya meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengganti orang tersebut.

Arteria Dahlan beralasan kajati tersebut berpotensi membuat masyarakat menjadi khawatir. Hal ini mengingat tidak semua orang paham dengan bahasa Sunda, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan salah tafsir.

Atas dasar itu, dia meminta agar Jaksa Agung menindak tegas sosok yang bersangkutan itu.

“Kami mohon sekali yang seperti ini dilakukan penindakan tegas,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI