Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Antisipasi Omicron, Pemkot Bekasi Keluarkan Kebijakan Terbaru

Jumat, 28 Januari 2022 | 19:08 WIB
Oleh : Mikael Niman / FFS
Ilustrasi virus Covid-19 varian Omicron.

Bekasi, Beritasatu.comPemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi mengeluarkan kebijakan terbaru untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 443.1/80/SET.COVID-19 tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron di Kota Bekasi.

Dalam surat edaran tersebut, Pemkot Bekasi berupaya melakukan pencegahan dan pengendalian varian Omicron dengan memastikan semua spesimen kasus konfirmasi Covid-19 diperiksa dengan ketentuan pemeriksaan dengan metode Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) termasuk pemeriksaan PCR.

“Setiap kasus konfirmasi Covid-19 baik varian Omicron (B.1.1.529) maupun varian lainnya, harus segera dilakukan pelacakan kontak,” kata Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi, Tri Adhianto, Jumat (28/1/2022).

Dia menambahkan, kasus probable dan terkonfirmasi varian Omicron baik yang bergejala maupun tidak bergejala dapat melakukan isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta.

Sedangkan, kasus konfirmasi Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah.

Bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) wajib melakukan isolasi mandiri atau karantina mandiri dengan pengawasan dan penindakan disiplin protokol kesehatan oleh camat, lurah dan kepala puskesmas di wilayah Kota Bekasi.

“Isolasi dilakukan selama minimal 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. Dalam hal masih terdapat gejala setelah hari kesepuluh, maka isolasi mandiri masih tetap dilanjutkan sampai dengan hilangnya gejala tersebut ditambah tiga hari berikutnya,” tuturnya.

Pemkot Bekasi juga melakukan penguatan testing, tracing dan treatment (3T). Selain itu mempertahankan posko RT/RW, kelurahan, dan kecamatan untuk tetap diberlakukan dengan mengaktifkan posko-posko di setiap tingkatan dengan melihat kriteria zonasi pengendalian wilayah.

“Pelaksanaan pengendalian, pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran disiplin protokol kesehatan pelaku perjalanan wilayah di Kota Bekasi dilakukan bersinergi oleh Pemerintah Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507/Kota Bekasi,” katanya.

Berdasarkan data terbaru, kasus aktif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 1.900 orang dengan jumlah kenaikan mencapai 200-300 orang dalam beberapa hari belakangan ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI