Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

KKP Lepas Liarkan 3.000 Benih Lobster Sitaan

Minggu, 14 Februari 2021 | 11:20 WIB
Oleh : FMB
Kegiatan pelepasliaran benih bening lobster di sekitar kawasan perairan Pulau Lusi, Sidoarjo, Jawa Timur.

Jakarta, Beritasatu,com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan lebih dari 3.000 benih lobster hasil sitaan di perairan sekitar Pulau Lusi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

"Ini hasil sitaan Polair Tanjung Perak Surabaya Polda Jawa Timur yang menggagalkan perdagangan ilegal sejumlah 3.456 ekor. Jumlah yang telah disisihkan untuk kebutuhan barang bukti sebanyak 200 ekor," kata Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso, dalam rilis di Jakarta, Minggu (14/2/2021).

Ia menyampaikan kegiatan pelepasliaran lobster itu merupakan bentuk keseriusan KKP dalam menjaga kelestarian populasi lobster di habitatnya dan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan di Wilayah Negara Republik Indonesia.

Ia juga mengemukakan, benih bening lobster itu dititipkan pada Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Surabaya I untuk dirawat dan ditampung sementara sebelum dilepasliarkan ke alam.

Penggagalan perdagangan ilegal ini berawal dari anggota Tim Intelair Ditpolairud Polda Jatim yang mendapatkan informasi pengiriman benih bening lobster di wilayah Blitar-Tulungagung.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan atas informasi tersebut.

Barang bukti diserahterimakan dari Polairud Polda Jatim kepada BPSPL Denpasar, kemudian Polairud berkoordinasi dengan BKIPM I Surabaya dan BPSPL Denpasar untuk pelepasliaran barang bukti hasil sitaan tersebut.

Benih beninh lobster yang jumlahnya ribuan ekor itu dilepasliarkan di perairan sekitar Pulau Lusi dengan titik koordinat 7°33'53.6" LS 112°53'16.4" BT dengan kedalaman lebih dari 6 meter dengan substrat berpasir.

Disebutkan pula bahwa kondisi perairan saat pelepasliaran yaitu gelombang relatif kecil dan cuaca cerah.

Yudi menambahkan pemilihan lokasi pelepasliaran disekitar Pulau Lusi didasarkan pada pertimbangan kemudahan akses, keselamatan petugas dan kecocokan kondisi perairan untuk habitat BBL sesuai parameter fisika-kimia perairan.



Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 14 Februari 2021

NASIONAL | 14 Februari 2021

NASIONAL | 14 Februari 2021

NASIONAL | 14 Februari 2021

NASIONAL | 14 Februari 2021

NASIONAL | 14 Februari 2021

NASIONAL | 14 Februari 2021

NASIONAL | 14 Februari 2021

NASIONAL | 13 Februari 2021

NASIONAL | 13 Februari 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kapolda Sumsel: Terduga Penganiaya Perawat Siloam Sudah Ditangkap

#2
Ini Kronologi Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang oleh Keluarga Pasien

#3
Kekerasan terhadap Perawat, Siloam Hospitals Serahkan ke Kepolisian

#4
Jadi Tersangka, Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Minta Maaf

#5
Penganiaya Perawat RS Siloam Terancam Hukuman Maksimal 2 Tahun 8 Bulan

#6
Korban Gempa Malang Berharap Bantuan Pembangunan Rumah Melalui Program Padat Karya

#7
Siloam Hospitals Minta Kepolisian Tindak Tegas Penganiaya Perawat

#8
Ahli Beri Tips Agar Atlet yang Berpuasa Tetap Fit dan Imun Terjaga

#9
Italia Izinkan 1.000 Penonton ke Stadion Mulai Mei

#10
Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Dilaporkan ke Polisi

TERKINI


BERITA GRAFIK | 17 April 2021

BERITA GRAFIK | 17 April 2021

BOLA | 17 April 2021

GAYA HIDUP | 17 April 2021

BERITA GRAFIK | 17 April 2021

DIGITAL | 17 April 2021

BERITA GRAFIK | 17 April 2021

POLITIK | 17 April 2021

NASIONAL | 17 April 2021

MEGAPOLITAN | 17 April 2021