Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

BNPB Perkuat Literasi Kebencanaan

Rabu, 3 Maret 2021 | 18:36 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / WM
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo berpidato dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, akan terus memperkuat literasi kebencanaan karena Indonesia termasuk dalam 35 negara paling rawan risiko bencana di dunia. BNPB mencatat dalam rentang waktu satu tahun sejak Februari 2020, sedikitnya ada 3.253 kejadian bencana di Indonesia.

“Setiap hari setidaknya ada sembilan kali kejadian bencana yang terjadi, apakah itu gempa, tsunami, erupsi gunung berapi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana, Doni menuturkan, pihak terus berupaya untuk meningkatkan literasi kebencanaan.

“Literasi kebencanaan sejak dini senantiasa kita perkuat dalam setiap kesempatan di tingkat tapak, kemudian pada pemerintah dan juga pemerintah daerah,” tuturnya.

Langkah tersebut, ungkapnya, juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rakornas Penanggulangan Bencana tahun sebelumnya.

“Seluruh instansi pemerintah, TNI, Polri, dan pemerintah daerah harus bersinergi untuk melakukan berbagai upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan, termasuk di dalamnya perencanaan pembangunan yang berlandaskan pengurangan risiko bencana melibatkan pakar untuk memprediksi ancaman, memperkuat sistem peringatan dini, menyusun rencana kontingensi, dan edukasi serta pelatihan kebencanaan,” ujar Doni mengutip arahan Presiden.

Ditambahkan Kepala BNPB, pihaknya terus melaksanakan seluruh arahan Presiden tersebut secara berkelanjutan dengan mengedepankan pendekatan kerja sama pentahelix.

“Pemerintah bersama akademisi, dunia usaha, komunitas, relawan, dan media terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan mulai dari tingkat individu, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Doni menyampaikan saat ini Indonesia juga tengah berjibaku menghadapi pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret tahun lalu. Momentum satu tahun pandemi ini, imbuhnya, adalah kesempatan untuk mengevaluasi upaya-upaya penanganan yang telah dilakukan serta terus melakukan penyempurnaan terhadap kekurangan yang ada.

“Kita harus optimis bahwa semua kebijakan yang telah digariskan oleh Presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan akan membawa bangsa Indonesia keluar dari masalah kesehatan dan ekonomi,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Partai Emas Dukung Larangan Mudik yang Diterapkan Pemerintah

#2
Meski Berat, IHSG Masih Berpeluang Menguat ke Level 6.000

#3
Larang Mudik, Kemko PMK: Setiap Libur Panjang Kasus Covid 19 Selalu Naik

#4
Tiongkok Akan Campur Vaksin Covid-19, Ini Komentar Kemkes

#5
Kemkumham Isyaratkan Tolak Pengajuan Merek Partai Demokrat oleh SBY

#6
Saksi‎: Munarman Cs Jemput Rizieq Langsung ke Tangga Pesawat

#7
Teten Ajak Pelaku Koperasi dan UMKM Susun Model Bisnis Industri Otomotif

#8
Korban Bencana NTT Butuh Obat-obatan dan Layanan Psikososial

#9
SBY Daftarkan Lambang Demokrat ke HAKI, Ini Pandangan Pakar

#10
MA Tolak Kasasi Jaksa, CEO MeMiles Bebas

TERKINI


DUNIA | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021