Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Polri Tersangkakan 6 Laskar FPI yang Tewas di KM 50

Rabu, 3 Maret 2021 | 22:37 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / WM
Barang bukti yang diserahkan kepada Polri hasil investigasi kasus Km 50 yang menewaskan laskar FPI kepada Polri, di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.

Jakarta, Beritasatu.com— Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan enam anggota laskar FPI yang tewas tertembak di tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat, sebagai tersangka.

Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi ketika dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021) malam, mengatakan, enam pengawal Rizieq Syihab itu dijadikan tersangka karena melakukan penyerangan kepada anggota Polri. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

"Kalau yang Pasal 170 KUHP itu memang sudah kami tetapkan tersangka (enam anggota laskar FPI)," kata Andi.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM dan mereka menerima penyerahan barang bukti.

Selain itu, tim Bareskrim juga sudah melakukan koordinasi dan gelar perkara dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait rekomendasi Komnas HAM.

Setelah melakukan penetapan tersangka, mereka segera melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan.

"Penyidik akan segera melimpahkan berkas perkara Pasal 170 KUHP dengan tersangka enam laskar FPI," tambah Andi.

Seperti diberitakan bentrokan antara FPI-Polri yang berujung tewasnya enam laskar pengawal Rizieq menjadi sorotan.

Komnas HAM juga telah mengeluarkan surat rekomendasi adanya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terkait kematian laskar FPI tersebut. Polisi yang bertugas diduga melakukan unlawful killing.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah meminta jajarannya mempercepat lanjutan temuan Komnas HAM terkait kasus penembakan enam laskar itu.

Kelak kasus ini akan dihentikan. Sebab penuntutan hukuman itu harus ditujukan kepada diri pribadi orang. Jika orang yang dituduh melakukan peristiwa pidana itu meninggal dunia, maka tuntutan atas peristiwa itu habis begitu saja, artinya tidak dapat tuntutan itu lalu diarahkan kepada ahli warisnya.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Partai Emas Dukung Larangan Mudik yang Diterapkan Pemerintah

#2
Meski Berat, IHSG Masih Berpeluang Menguat ke Level 6.000

#3
Larang Mudik, Kemko PMK: Setiap Libur Panjang Kasus Covid 19 Selalu Naik

#4
Teten Ajak Pelaku Koperasi dan UMKM Susun Model Bisnis Industri Otomotif

#5
Korban Bencana NTT Butuh Obat-obatan dan Layanan Psikososial

#6
Tunggu Detail Aturan, KAI Belum Jual Tiket KA Bulan Mei

#7
M Qodari: Wacana Reshuffle, Abdul Mu’ti Layak Dipertimbangkan

#8
Alibaba Hanya Didenda Ringan, Kekayaan Jack Ma Melonjak Rp 33 Triliun

#9
Vaksin Nusantara Disebut Buatan Asing, BPOM: Masyarakat yang Menilai

#10
Cek Titik Nol Istana Negara di IKN, Suharso dan Fadjroel Sambangi Kaltim

TERKINI


NASIONAL | 13 April 2021

MEGAPOLITAN | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

BOLA | 13 April 2021

DIGITAL | 13 April 2021

BOLA | 13 April 2021

KESEHATAN | 13 April 2021