Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Bupati Dogiyai Bantu Korban Konflik Intan Jaya

Rabu, 3 Maret 2021 | 23:38 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS
Bupati Dogiyai, Papua, Yakobus Dumupa.

Moanemani, Beritasatu.com - Bupati Dogiyai, Papua, Yakobus Dumupa, Rabu (3/3/2021) memberikan bantuan berupa beras dua ton untuk pengungsi konflik di Kabupaten Intan Jaya.

Bantuan itu diberikan menyusul meletus perang terbuka antara aparat Tentara Nasional Indonesia-Kepolisian Republik Indonesia (TNI-Polri) dengan Tentara Nasional Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) di wilayah Intan Jaya.

“Bantuan ini saya berikan atas nama rasa kemanusiaan yang dialami warga. Saya prihatin dengan warga sipil yang menjadi korban akibat konflik atau perang terbuka antara TNI-Polri dan TPN-OPM. Warga sipil adalah pihak yang tidak bersalah dalam konflik. Mereka adalah korban konflik tersebut sehingga mereka harus ditolong,” ujar Dumupa dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Menurut Dumupa, bantuan beras sebesar 2 ton atau 2.000 kilogram untuk korban konflik Intan Jaya tersebut diserahkan melalui KAPP Intan Jaya di Nabire. Sejumlah warga sipil korban konflik Intan Jaya mengungsi ke Nabire, Papua.

Yakobus, mantan anggota Majelis Rakyat Papua, menambahkan pihaknya berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat disalurkan dengan baik kepada sebagian korban yang saat ini berada di pengungsian.

Bantuan beras dari Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, untuk korban konflik di Kabupaten Intan Jaya.

“Saya berharap kiranya bantuan ala kadarnya ini membantu meringankan beban pengungsi. Saya juga meminta para korban tetap memiliki semangat hidup. Sebagai umat beriman, saya juga mendoakan warga semoga Tuhan bersama mereka,” katanya.

Bupati yang baru saja menyelesaikan studi S-2 di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta Yogyakarta ini juga mengajak semua pihak untuk mengulurkan tangan membantu warga korban konflik Intan Jaya. Bantuan sekecil apapun, ujar Bupati Dumupa, sangat membantu meringankan beban penderitaan yang tengah dialami warga korban konflik Intan Jaya.

Ia memandang, konflik atau perang terbuka di Intan Jaya sebenarnya tak mesti terjadi di tengah kerja keras pemerintah pusat dan pemerintah daerah menangani pandemi virus corona atau Covid-19 yang nyaris membuat ekonomi warga di daerah kelimpungan.

Sejak pekan pertama Februari 2021 pecah konflik antara TNI-Polri dan TPM-OPM di Intan Jaya. Menyusul konflik tersebut, sekitar 600 orang warga korban dilaporkan mengungsi korban. Mereka sempat bertahan di gereja Gereja Katolik St Misael Bilogai, Intan Jaya Bilogai, Intan Jaya.

Sebagian warga korban mengungsi di sejumlah kabupaten tetangga seperti Nabire. Jumlahnya dilaporkan terus meningkat di tengah eskalasi konflik. Konflik Intan Jaya dikhawatirkan mengganggu umat Kristiani yang tengah bersiap merayakan Paskah.

“Kekerasan hanya hanya akan melahirkan kekerasan baru. Peperangan dalam bentuk apapun tidak menyelesaikan masalah. Saya berharap agar para pihak yang bertikai atau berperang segera duduk bersama mencari solusi damai dan bermartabat. Saya juga turut berduka atas meninggalnya sejumlah warga masyarakat, anggota TNI dan Polri, dan anggota TPN-OPM akibat konflik dan perang tersebut. Semoga mereka mendapatkan tempat yang layak di Surga,” kata Dumupa.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

NASIONAL | 3 Maret 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Partai Emas Dukung Larangan Mudik yang Diterapkan Pemerintah

#2
Meski Berat, IHSG Masih Berpeluang Menguat ke Level 6.000

#3
Larang Mudik, Kemko PMK: Setiap Libur Panjang Kasus Covid 19 Selalu Naik

#4
Teten Ajak Pelaku Koperasi dan UMKM Susun Model Bisnis Industri Otomotif

#5
Korban Bencana NTT Butuh Obat-obatan dan Layanan Psikososial

#6
Tunggu Detail Aturan, KAI Belum Jual Tiket KA Bulan Mei

#7
M Qodari: Wacana Reshuffle, Abdul Mu’ti Layak Dipertimbangkan

#8
Alibaba Hanya Didenda Ringan, Kekayaan Jack Ma Melonjak Rp 33 Triliun

#9
Vaksin Nusantara Disebut Buatan Asing, BPOM: Masyarakat yang Menilai

#10
Cek Titik Nol Istana Negara di IKN, Suharso dan Fadjroel Sambangi Kaltim

TERKINI


NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

MEGAPOLITAN | 13 April 2021

HIBURAN | 13 April 2021

MEGAPOLITAN | 13 April 2021

OLAHRAGA | 13 April 2021

BOLA | 13 April 2021

MEGAPOLITAN | 13 April 2021

EKONOMI | 13 April 2021

DUNIA | 13 April 2021