Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kadin Dukung Lombok Jadi Pusat Budi Daya Lobster

Senin, 12 April 2021 | 05:54 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto, mengunjungi tempat budi daya lobster di Telong Elong, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 11 April 2021.

Lombok, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung Lombok menjadi pusat budi daya lobster nasional. Kadin mencatat beberapa poin penting agar produktivitas lobster dapat meningkat dan potensi budi daya yang cukup besar dapat lebih dioptimalkan.

“Kami lihat masyarakat sudah cukup paham dengan cara membudidayakan lobster. Mulai penanganan benih bening, berupa kegiatan pendederan, hingga bisa dipanen ukuran konsumsi dan menjadikan nilai ekonominya lebih tinggi daripada hanya menjual benih. Kami lihat faktor alamnya juga mendukung untuk proses budi daya,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto seusai mengunjungi tempat budi daya lobster di Telong Elong, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/4/2021).

Advertisement

Menurutnya, selain perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, infrastruktur tambahan yang penting juga perlu dibangun agar proses budi daya ini bisa benar berhasil hingga siap diserap pasar. “Meraka paham bagaimana mengelola keramba jaring apung, namun ketika sudah dihadapkan dengan pengembangan riset, akses permodalan, akses pasar, bahkan untuk ekspor, tentu perlu juga pendampingan yang cukup serius,” kata Yugi.

Pemerintah, lanjut dia, diharapkan bisa pula mengupayakan pemberian subsidi jika yang dipakai adalah pakan dari perusahaan supaya dengan ukuran tertentu harganya bisa lebih kompetitif. “Kita berharap dengan budi daya, survival rate lobster semakin baik,” kata Yugi.

Dia pun mengapresiasi capaian pembudi daya serta pemerintah daerah dan pusat yang telah membuktikan keberhasilan budi daya lobster di Lombok. Sepanjang 2020, produksi lobster di Lombok Timur mencapai 82.568 kg dengan jumlah pembudi daya mencapai 1.809 orang yang terbagi dalam 147 kelompok.

“Penghasilan pembudi daya cukup menjanjikan, bahkan ada yang bisa memperoleh Rp 250 juta dalam sekali panen. Saya cukup optimis pengembangan budi daya lobster kita akan semakin baik, lebih baik dari Vietnam, yang sudah cukup sukses,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 11 April 2021

NASIONAL | 11 April 2021

NASIONAL | 11 April 2021

NASIONAL | 11 April 2021

NASIONAL | 11 April 2021

NASIONAL | 11 April 2021

NASIONAL | 11 April 2021

NASIONAL | 11 April 2021

NASIONAL | 11 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Positif Covid-19, Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

#2
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#3
Komisi IX DPR Sudah Ingatkan agar Hati-hati Pakai Vaksin Astrazeneca

#4
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#5
Awas ! Empat Provinsi di Pulau Sumatera Meningkat Tajam Positif Covid-19

#6
Gawat! Sebanyak 4.123 Pemudik Positif Covid-19

#7
Ibadah Haji 2021, Cak Imin Minta Pemerintah Lobi Arab Saudi

#8
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#9
Polda Jawa Barat Lakukan Penyekatan Berlapis di Pantura

#10
Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Fadli Zon: Almarhum Ulama Berani dan Kritis

TERKINI


NASIONAL | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

DUNIA | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

EKONOMI | 11 Mei 2021