Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Desi Arryani dan Kawan-kawan Dituntut 6-9 Tahun Penjara

Senin, 12 April 2021 | 18:29 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM
Mantan Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk Desi Arryani bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Desi diperiksa KPK sebagai saksi terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk tersangka Fathor Rachman.

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara hingga 9 tahun penjara terhadap mantan Dirut Jasa Marga, Desi Arryani dan empat orang mantan pajabat PT Waskita Karya.

Jaksa meyakini kelima orang itu telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi atas pembuatan 41 kontrak pekerjaan fiktif.

Saat perkara ini bergulir, Desi menjabat Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sementara empat mantan pejabat Waskita Karya yang juga menjadi terdakwa perkara ini adalah mantan Kepala Divisi (Kadiv) II Fathor Rachman; mantan Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Jarot Subana; mantan Wakadiv Sipil Fakih Usman; serta mantan Kabag Keuangan Yuly Ariandi Siregar.

"Kami Penuntut Umum menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata jaksa membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/4/2021).

Jaksa membeberkan, Desy dituntut dengan 6 tahun pidana penjara; Yuly Ariandi dituntut 9 tahun pidana penjara; serta Fathor, Jarot dan Fakih dituntut dengan masing-masing selama 8 tahun pidana penjara. Selain itu, kelima terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tak hanya pidana pokok, Jaksa juga menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti dengan nilai yang berbeda. Untuk Fathor diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 3,67 miliar subsider dua tahun pidana; Jarot dengan Rp 7,1 miliar subsider 3 tahun pidana; Fakih dengan Rp 8,8 miliar subsider tiga tahun pidana; Yuly Ariandi dengan Rp 47.386.931.587 subsider tiga tahun pidana.

"Desi Arryani sejumlah Rp 3.415.000.000, namun karena terdakwa telah menyerahkan seluruhnya, sehingga tidak dibebankan lagi untuk membayar uang pengganti," kata jaksa.

Dalam menjatuhkan tuntutan ini, jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, jaksa menyatakan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Tindakan para terdakwa disebut jaksa telah mengakibatkan berkurangnya keuntungan yang seharusnya diperoleh PT Waskita Karya selaku BUMN, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Sementara untuk hal meringankan, jaksa menilai para terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum sebelumnya.

"Khusus terdakwa I Desi Aryyani telah mengembalikan seluruh uang hasil tindak pidana yang dinikmati olehnya yaitu sejumlah Rp 3.415.000.000," kata Jaksa.

Dalam surat dakwaan, jaksa menyatakan perbuatan para terdakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 202 miliar atas pembuatan 41 kontrak pekerjaan fiktif. Kelima terdakwa juga disebut telah memperkaya pihak lain terkait pekerjaan subkontraktor fiktif ini, yakni Haris Gunawan Rp 1,52 miliar; Dono Parwoto Rp 1,36 miliar; Imam Bukori Rp 6,18 miliar; Wagimin Rp 20,5 miliar; serta Yahya Mauluddin Rp 150 juta.

Pekerjaan subkontraktor fiktif ini juga telah memperkaya sejumlah korporasi, antara lain PT Safa Sejahtera Abadi diperkaya sebesar Rp 8,16 miliar; CV Dwiyasa Tri Mandiri Rp 3,83 miliar; PT MER Engineering Rp 5,79 miliar; serta PT Aryana Sejahtera Rp 1,7 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Studi Oracle: Jakarta Menuju Smart City

#2
Menakutkan, Delegasi India di KTT G7 Ternyata Positif Covid-19

#3
Sekolah di Masa Pandemi, Nadiem: Pemerintah Tak Mau Lagi Korbankan Kesehatan Mental Anak

#4
Sempat Berupaya Kabur, Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Sintang

#5
Lawan Kekuatan Tiongkok, AS Usulkan Koordinasi G-7

#6
Tundukkan Real Madrid, Chelsea Pastikan Final Sesama Inggris di Liga Champions

#7
Data Jumlah Harian Penerima Vaksinasi Covid-19 5 Mei 2021

#8
Polisi Tilang Pengemudi Mobil Berpelat Nomor “Kekaisaran Sunda Nusantara”

#9
Kabar Gembira! Eucalyptus Mampu Obati Covid-19

#10
Polisi Akan Selidiki Dugaan Investasi Bodong 212 Mart

TERKINI


EKONOMI | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021

NASIONAL | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

DIGITAL | 6 Mei 2021

GAYA HIDUP | 6 Mei 2021