Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

KPK Buka Peluang Kembali Jerat Sjamsul dan Itjih Nursalim di Kasus BLBI

Selasa, 13 April 2021 | 23:58 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM
Nurul Ghufron.

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI dengan tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim tak serta merta menutup ruang mengusut kasus yang terkait BLBI. KPK membuka peluang untuk menjerat Sjamsul dan Itjih atau pihak lain terkait BLBI jika ditemukan bukti permulaan yang cukup.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan, penghentian penyidikan dilakukan lembaga antikorupsi terhadap perbuatan yang diduga dilakukan Sjamsul dan Itjih bersama-sama mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung. Kasus itu dihentikan sebagai konsekuensi atas putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) yang melepaskan Syafruddin dari segala tuntutan hukum (onslag van alle rechtsvervolging).

Dengan demikian, KPK tetap membuka untuk mengusut jika ditemukan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan Sjamsul, Itjih atau pihak lain yang terkait BLBI sepanjang tidak serupa dengan putusan yang dijatuhkan MA terhadap Syafruddin.

"(SP3) Ini adalah memutus bahwa untuk yang perkara bersama SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung) itu sudah dihentikan tetapi untuk perbuatan lain seandainya kita menemukan selain ada misrepresentasi ternyata ada penggelembungan, mark up, atau penaikan nilai aset-aset yang terpisah dari perbuatan SAT itu masih perbuatan yang terbuka bisa dilakukan proses hukum," kata Ghufron dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Untuk itu, KPK membuka diri terhadap setiap masukan atau informasi dari masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi. KPK bakal mendalami setiap informasi tersebut.

"Kalau ternyata baik KPK ataupun pihak atau publik bisa memberikan kontribusi baru bahwa ternyata ada perbuatan lain selain yang dinyatakan dan sudah diputus oleh kasasi maka sesungguhnya ini masih terbuka asalkan konstruksinya adalah perbuatan tunggal tidak berkaitan lagi dengan SAT atau perbuatan lain yang di luar dari yang sudah diputuskan oleh kasasi. Itu yang perlu dikoridori," kata Ghufron.

Dengan demikian, kata Ghufron, KPK tidak terjebak dengan azas ne bis in idem, yakni seseorang tidak boleh dituntut dua kali karena perbuatan yang telah mendapat putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Artinya kita tidak kemudian terbatas dengan azas nebis in idem karena perbuatannya terpisah. Tetapi kalau perbuatannya yang bersama-bersama dengan SAT kita harus hormat dan taat pada putusan Kasasi," tambah Ghufron.

Dalam kesempatan ini, Ghfuron kembali menjelaskan alasan pihaknya menerbitkan SP3 terhadap Sjamsul dan Itjih.

Dikatakan, keputusan itu tidak terlepas dari putusan kasasi MA terhadap Syafruddin yang didakwa bersama-sama Sjamsul dan Itjih. Dalam putusannya, kata Ghufron, MA menyatakan, Syafruddin terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut KPK. Namun, perbuatan itu bukan tindak pidana.

Selain itu, kata Ghufron, putusan MA menyebut tidak adanya kerugian keuangan negara dalam perspektif tindak pidana. Kalau pun ada kerugian negara harus dianggap kerugian dalam perspektif Pasal 1365 Burgerlijk Wetboek (BW) atau KUHPerdata. Pasal itu menyebutkan setiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.

"Sehingga apakah mungkin dilakukan upaya hukum lain untuk mengembalikan atau memulihkan kerugian negara tersebut, dalam perspektif pidana sekali lagi itu sudah tidak ada," katanya.

Untuk itu, kata Ghufron pemulihan kerugian keuangan negara dapat dilakukan dalam perspektif keperdataan. Dikatakan, pihak yang dapat menggugat secara keperdataan adalah Kejaksaan Agung

"Tapi pelaksanaannya dari jaksa negara yaitu teman-teman dari Kejaksaan Agung RI," katanya



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

NASIONAL | 12 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Studi Oracle: Jakarta Menuju Smart City

#2
Menakutkan, Delegasi India di KTT G7 Ternyata Positif Covid-19

#3
Sekolah di Masa Pandemi, Nadiem: Pemerintah Tak Mau Lagi Korbankan Kesehatan Mental Anak

#4
Sempat Berupaya Kabur, Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Sintang

#5
Kabar Gembira! Eucalyptus Mampu Obati Covid-19

#6
Lawan Kekuatan Tiongkok, AS Usulkan Koordinasi G-7

#7
Tundukkan Real Madrid, Chelsea Pastikan Final Sesama Inggris di Liga Champions

#8
Data Jumlah Harian Penerima Vaksinasi Covid-19 5 Mei 2021

#9
Polisi Tilang Pengemudi Mobil Berpelat Nomor “Kekaisaran Sunda Nusantara”

#10
Polisi Akan Selidiki Dugaan Investasi Bodong 212 Mart

TERKINI


POLITIK | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

NASIONAL | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

POLITIK | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021

NASIONAL | 6 Mei 2021