Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Moeldoko: Pejabat yang Nekat Korupsi Bakal Disikat Tanpa Pandang Bulu

Selasa, 13 April 2021 | 11:47 WIB
Oleh : Fana F Suparman, Lenny Tristia Tambun / JEM
Moeldoko

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan para pejabat dan penyelenggara negara untuk tidak coba-coba melakukan korupsi. Moeldoko menegaskan, pemerintah mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan dalam memberantas korupsi. Salah satunya dengan memperkuat sistem pencegahan korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

"Sistem pencegahan korupsi sudah semakin kita perkuat dari hulu ke hilir. Jadi bagi siapa pun yang masih nekat pasti akan disikat tanpa pandang bulu," kata Moeldoko saat memberikan sambutan dalam Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK Tahun 2021-2022 di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Advertisement

Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mengingatkan seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju untuk tidak melakukan korupsi dan membangun sistem pencegahan korupsi.

"Saya ingin mengingatkan arahan bBpak Presiden yang sering disampaikan saat rapat terbatas kabinet yaitu, untuk menciptakan sistem yang menutup celah korupsi, jangan korupsi apa pun atas hak rakyat," kata Moeldoko.

Jokowi, kata Moeldoko, berulang kali mengingatkan agar jajarannya jangan pernah menyalahgunakan kewenangan, menerima suap atau melalukan pungutan liar (pungli). Dikatakan, apa pun bentuknya, korupsi hanya merugikan rakyat.

"Jangan menyalahgunakan kewenangan, jangan mau disuap, serta jangan melakukan pungli. Karena pada dasarnya dan pada akhirnya yang menjadi korban adalah rakyat. Kalimat ini sering kali diulang-ulang oleh bapak presiden. Ini terus menjadi perhatian kami semuanya," katanya.

Untuk membangun sistem pencegahan korupsi, pemerintah melalui Stranas PK mencanangkan enam aksi yang menjadi fokus pencegahan korupsi pada 2021-2022. Keenam aksi itu, yakni percepatan perizinan dan tata kelola ekspor impor, memperkuat efektifitas dan efisiensi pengadaan barang dan jasa, pemanfaatan nomor induk kependudukan (NIK) untuk ketepatan subsidi, penguatan surat penyediaan dana (SPD) untuk ketepatan subsidi, penguatan pengendalian internal pemerintah, dan penguatan integritas aparat penegak hukum.

Moeldoko meyakini keenam aksi itu dapat menjadi game changer dalam upaya memberantas korupsi jika dilakukan secara maksimal. "Strategi Nasional Pencegahan Korupsi adalah komitmen kuat pemerintah bersama-sama dengan KPK sebagai upaya untuk menciptakan pemberantasan korupsi yang sistemik, kolaboratif, dan berdampak nyata," kata Moeldoko.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#2
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#3
Gibran: 12 Pemudik Dikarantina di Solo

#4
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#5
Viral Video Iring-Iringan Rombongan Jokowi Mudik, Ini Penjelasan Istana

#6
Penentuan 1 Syawal 1442 H, Ini Penjelasan BMKG

#7
Pemudik Motor Tak Terbendung, Penyekatan di Kedungwaringin Bekasi Buka Tutup

#8
Ulama India Imbau Buka Masjid dan Sekolah untuk Pasien Covid-19

#9
Polisi: Teroris MIT Ali Kalora Penggal 2 Warga Sipil di Poso

#10
4.942 Anak di Sumatera Barat Terpapar Covid-19

TERKINI


BOLA | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

HIBURAN | 11 Mei 2021

GAYA HIDUP | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021