Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Luhut Minta KPK Tak Jadi Alat Politik dan Kekuasaan

Selasa, 13 April 2021 | 23:03 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menjadi alat politik dan kekuasaan. Hanya dengan demikian KPK akan kokoh dan kuat dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi.

Advertisement

"KPK harus kokoh. KPK tidak boleh menjadi alat politik dan menjadi alat kekuasaan," kata Luhut dalam kegiatan peluncuranAksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022 yang disiarkan melalui akun YouTube KPK, Selasa (13/4/2021).

Luhut menyatakan, KPK sudah sepatutnya tegak lurus menjalankan tugasnya. Dikatakan, terdapat tiga tugas utama KPK, yakni pengawasan, pencegahan, dan penindakan. Dari ketiga tugas utama itu, Luhut mendorong KPK mengedepankan tugas pencegahan korupsi.

"Pencegahan itu satu faktor yang sangat penting. Jadi jangan penindakan saja yang menonjol, pencegahan kurang. Justru pencegahan ini yang menurut hemat saya harus kita dorong. Dan pemerintah sangat ingin KPK kuat dan KPK harus bisa mencegah pengeluaran dan penyelewengan yang tidak perlu. Dan kalau itu diperlukan sampai pada penindakan," katanya.

Luhut menyatakan, terdapat sejumlah program dan megaproyek yang dijalankan pemerintah yang membutuhkan peran serta KPK untuk mengawal agar tidak terjadi korupsi. Beberapa di antaranya, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, perbaikan sistem di Pelabuhan Batam dengan national single window, hingga penyerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri nasional.

"Ini proyek yang saya singgung dengan KPK. Ayo kita awasi sama-sama proses TKDN ini," kata Luhut

Luhut membeberkan, saat ini belanja modal dan barang Indonesia mencapai angka Rp 1.300 triliun per tahun. Dari nilai tersebut, terdapat 45 item dengan nilai sekitar US$ 34 miliar yang diadakan melalui impor. Padahal, kata Luhut, setelah disisir, terdapat 17 item dengan nilai sekitar US$ 17 miliar atau Rp 225 triliun yang bisa diproduksi di dalam negeri. Dengan nilai sebesar itu, Luhut meyakini akan menciptakan lapangan pekerjaan dan menambah pendapatan negara.

"Karena kalau TKDN ini bisa kita laksanakan dengan baik saya kira akan sangat bagus.

Luhut juga menyinggung mengenai Batam Logistic Ecosystem yang akan diterapkan di delapan pelabuhan. Menurutnya, proyek tersebut juga membutuhkan pengawalan KPK lantaran banyak yang menentang akibat 'lahan basahnya terganggu'.

"Saya mohon juga KPK ikut di dalam ini supaya bisa jalan karena banyak yang tidak mau ini jalan. Kenapa tidak mau ini jalan? Karena di situlah sumber korupsi yang sangat banyak," ungkapnya.

Dengan berbagai megaproyek pemerintah yang membutuhkan pengawalan KPK, Luhut meminta KPK kukuh menjalankan tugasnya tanpa intervensi dari pihak manapun. Luhut menekankan, KPK tidak boleh dikontrol oleh pihak manapun. KPK, katanya, hanya boleh dikontrol oleh KPK sendiri untuk kepentingan negara.

"KPK harus kuat. Tapi kuat terukur. Jangan KPK menjadi alat siapapun dan dikontrol oleh siapapun. KPK harus dikontrol oleh KPK dan untuk kepentingan republik tercinta," kata Luhut.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

NASIONAL | 13 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Tundukkan Granada, Real Betis Masuk Zona Liga Europa

#2
Di Tepian Sungai Gangga India, Puluhan Mayat Korban Covid-19 Terdampar

#3
Gibran: 12 Pemudik Dikarantina di Solo

#4
Israel Balas Serangan Roket Hamas, 20 Tewas

#5
Viral Video Iring-Iringan Rombongan Jokowi Mudik, Ini Penjelasan Istana

#6
Penentuan 1 Syawal 1442 H, Ini Penjelasan BMKG

#7
Pemudik Motor Tak Terbendung, Penyekatan di Kedungwaringin Bekasi Buka Tutup

#8
Ulama India Imbau Buka Masjid dan Sekolah untuk Pasien Covid-19

#9
Polisi: Teroris MIT Ali Kalora Penggal 2 Warga Sipil di Poso

#10
4.942 Anak di Sumatera Barat Terpapar Covid-19

TERKINI


BOLA | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

BOLA | 11 Mei 2021

HIBURAN | 11 Mei 2021

GAYA HIDUP | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 11 Mei 2021

NASIONAL | 11 Mei 2021