Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Tinggi Muka Air Danau Toba Meningkat Selama Operasi TMC

Rabu, 5 Mei 2021 | 12:22 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JEM
Danau Toba

Jakarta, Beritasatu.com - Tinggi Muka Air (TMA) Danau Toba, Sumatera Utara, terpantau meningkat signifikan setelah dilaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kondisi TMA Danau Toba terungkap dalam rapat evaluasi penerapan upaya TMC secara daring, Selasa (4/5/2021), yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Rekayasa cuaca untuk menurunkan hujan di daerah tangkapan air Danau Toba itu dilakukan karena level TMA di sana sudah mendekati titik minimum.

Advertisement

“Selama operasi dilaksanakan, tim TMC berhasil meningkatkan efektif inflow Danau Toba di atas target yang ditetapkan sebelumnya,” kata Kepala BPPT Hammam Riza lewat siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (5/5/2021).

Hammam mengatakan efektif inflow meningkat di atas baseline inflow yang ditargetkan oleh PT Inalum (Persero) sebesar 138,6 m3/dt.

“Ini berarti terjadi peningkatan inflow yang berdampak pada kenaikan TMA sehingga diharapkan berkontribusi dalam pengelolaan SDA di Danau Toba lebih baik lagi,” katanya.

Dari sisi akumulasi curah hujan selama operasi TMC berdasarkan data JAXA Global Rainfall Watch (GSMaP) tercatat sebesar 361 mm. “Berdasarkan data tersebut, maka selama periode TMC terjadi peningkatan curah hujan 36,3 persen dari curah hujan historisnya, dan meningkatkan efektif inflow melebihi baseline inflow sebesar 3,8%,” ujar Kepala BPPT.

Dari hasil pemantauan akhir kegiatan TMC, Jumat (30/5/2021) lalu, TMA Danau Toba telah mengalami kenaikan 8,5 sentimeter dibandingkan dengan tinggi muka air yang dipantau pada awal kegiatan TMC.

Kenaikan TMA ini diharapkan menjadi angin segar bagi PT Inalum (Persero) yang memanfaatkan air dari Danau Toba sebagai sumber utama untuk 3 bendungan, yaitu Bendungan Pengatur, Bendung Sigura-gura, dan Bendungan Tangga, dan 2 Pembangit Listrik Tenaga Air (PLTA) yaitu PLTA Sigura-gura dan PLTA Tangga yang merupakan sumber listrik utama untuk pengoperasian pabrik peleburan aluminium.

Selain menko maritim dan kepala BPPT, rapat evaluasi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati, Pelaksana Harian (Plh) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono, dan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PT Inalum, dan Perum Jasa Tirta I.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 5 Mei 2021

NASIONAL | 5 Mei 2021

NASIONAL | 5 Mei 2021

NASIONAL | 5 Mei 2021

NASIONAL | 5 Mei 2021

NASIONAL | 5 Mei 2021

NASIONAL | 5 Mei 2021

NASIONAL | 5 Mei 2021

NASIONAL | 5 Mei 2021

NASIONAL | 5 Mei 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kenaikan Kasus Positif di Kabupaten Bekasi Capai 500%

#2
Kabar Duka, Legenda Bulutangkis Markis Kido Meninggal Dunia

#3
Mendadak, Pangdam Jaya, Kapolda Metro, dan Kajati Sambangi Kantor Anies

#4
Markis Kido Tak Sadarkan Diri Saat Baru Bermain Setengah Gim

#5
Ini Gol Indah Messi ke Gawang Cile di Copa America

#6
Kasus Pungli, Pengawas Operator Crane Sempat Instruksikan Hilangkan Barang Bukti

#7
Peserta SBMPTN dengan Nilai Tertinggi Diterima di Hukum UGM dan Teknik Kimia UI

#8
Lawan Prancis, Neuer: Jerman Juga Tim Unggulan

#9
Ada 12.715 Kursi Kosong di SBMPTN 2021, Mayoritas di Daerah 3T

#10
Markis Kido Meninggal karena Serangan Jantung, Ini Penjelasan Dokter Tirta

TERKINI


MEGAPOLITAN | 15 Juni 2021

KESEHATAN | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

NASIONAL | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

OLAHRAGA | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021

OLAHRAGA | 15 Juni 2021

EKONOMI | 15 Juni 2021