Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kempupera Bangun 1.000 Rusun untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

Selasa, 11 Mei 2021 | 09:25 WIB
Oleh : Imam Muzakir / BW
Contoh rumah yang akan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) untuk merelokasi masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 1.000 unit rumah khusus (rusus) akan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) untuk merelokasi masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan rumah khusus tersebut akan dilaksanakan di dua wilayah, yakni Lembata (700 unit) dan Adonara (300 unit) dengan menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (risha).

Advertisement

“Kami akan segera melaksanakan pembangunan rumah khusus sekitar 1.000 unit merelokasi masyarakat yang rumahnya terdampak banjir bandang di NTT,” ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Perumahan Yublina D Bunga, dalam siaran pers, Selasa (11/5/2021).

Diterangkan, pembangunan rusus ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Jokowi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di lokasi bencana sebelumnya.

Sejauh ini pihaknya telah mengalokasikan sebanyak 300 unit rumah khusus di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dengan nilai bantuan Rp 126 juta per unit.

Bantuan
Adapun pembangunan rusus juga dilaksanakan di Kabupaten Lembata sebanyak 700 unit dengan nilai bantuan Rp 122 juta per unit rumah.

“Kami berharap pembangunan rumah khusus bisa segera dimulai dan nantinya kami akan menggunakan teknologi risha. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar proses pendataan dan relokasi bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli menegaskan, bantuan perumahan ini ditujukan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Desa Oyangbara.

Di daerah tersebut akan dibangun sebanyak 50 unit rumah khusus tipe 36 sebagai tempat relokasi masyarakat.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membangun rumah atau melakukan aktivitas di sekitar daerah bekas bencana,” terangnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

#2
Ricky Vinando Ungkap Petunjuk Penting Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak di Subang

#3
Ini 6 Tren Percakapan di Twitter Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

#4
Beredar Ajakan untuk Daftar Vaksin Nusantara ke Prof Nidom, Ini Penjelasan Kemkes

#5
Erick Thohir: Tidak Ada Tempat bagi Radikalisme di Tubuh BUMN

#6
Update Covid-19: Kasus Aktif Tersisa 73.238 dan Positivity Rate Naik Lagi 5,74%

#7
PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Anies Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

#8
Alex Noerdin Jadi Tersangka dan Ditahan, Golkar Prihatin

#9
Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

#10
Alex Noerdin dan Muddai Madang Ditahan di Rutan Salemba

TERKINI


EKONOMI | 17 September 2021

HIBURAN | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

POLITIK | 17 September 2021

NASIONAL | 17 September 2021

KESEHATAN | 17 September 2021

POLITIK | 17 September 2021

DUNIA | 17 September 2021